Beranda

Strategi Memilih Produk Viral untuk Jualan Online di Tahun 2026

Bagikan ke

memilih produk viral

Persaingan bisnis online pada 2026 semakin ketat. Banyak seller berlomba mencari produk yang cepat laku dan ramai dibicarakan di media sosial. Karena itu, kemampuan memilih produk viral menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan penjualan sekaligus menjaga bisnis tetap berkembang.

Produk viral memang mampu menarik perhatian pasar dalam waktu singkat. Meski begitu, tidak semua produk viral benar-benar menghasilkan keuntungan yang stabil. Seller tetap pelru memahami market, tren, dan perilaku konsumen sebelum memutuskan produk yang akan dijual.

Mengapa Memilih Produk Viral Penting?

Produk viral memiliki daya tarik besar karena mudah mendapatkan perhatian di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan marketplace online. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan, peluang penjulaan biasanya ikut meningkat. Menurut Kyowa Indonesia, produk viral menjadi semakin penting karena perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi membuat tren pasar bergerak sangat cepat. Kondisi ini membuat seller lebih mudah mendapatkan traffic dan calon pembeli tanpa harus mengeluarkan biaya promosi teralu besar.

Baca Juga: Rahasia Memilih Konten Viral yang Tepat

Cara Memilih Produk Viral untuk Jualan Online

Agar tidak salah memilih produk, seller perlu melakukan riset dan analisis terlebih dahulu. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapakan:

1. Pilih Produk yang Sesuai Kebiasaan Konsumen

Pastikan produk viral yang dipilih memiliki permintaan yang tinggi. Banyak seller pemula biasanya mencari produk viral hanya melalui FYP TikTok atau media sosial saja. Cara ini sebenarnya kurang aman karena biasanya pasar sudah terlalu ramai. Lebih baik melihat kebiasaan konsumen yang sedang berkembang.

Menurut Printful, niche seperti fashion, gaya hidup sehat (fitness and wellness), self care di rumah, peralatan travelling, dekorasi rumah, dan perlengkapan hewan peliharaan masih memiliki potensi besar hingga beberapa tahun ke depan. Produk yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari biasanya lebih mudah bertahan dan mudah dipasarkan karena sudah memiliki target market yang jelas.

2. Hindari Produk yang Terlalu Banyak Kompetitor

Produk viral memang cepat ramai. Masalahnya, semakin ramai sebuah produk biasanya semakin banyak seller yang menjual barang serupa. Akibatnya terjadi perang harga. Banyak pemula akhirnya untung tipis karena menjual produk yang sama persis dengan toko lain. Supaya lebih aman, pilih produk yang masih bisa dikembangkan menjadi ciri khas toko sendiri.

Contohnya:

  • Membuat bundling produk
  • Menambahkan packaging menarik
  • Memilih target market tertentu
  • Memberi bonus kecil

Tips: Daripada hanya menjual planner biasa, seller bisa membuat konsep planner untuk mahasiswa, planner produktivitas kerja, atau planner self improvement. Cara ini membuat produk terasa lebih spesifik dan tidak terlalu pasaran.

Baca Juga: Dampak Bundling Produk Asal-Asalan

3. Pilih Produk dengan Margin yang Sehat

Banyak seller terlalu fokus mengejar produk viral tanpa menghituang keuntungan sebenarnya. Bisnis terlihat ramai order tetapi profit tipis karena salah menghitung biaya operasional dan iklan.

Pilih produk yang:

  • Harga jualnya masih kompetitif
  • Biaya kirim tidak terlalu mahal
  • Margin keuntungan cukup besar
  • Tidak terlalu sering retur

Produk dengan margin sehat membantu bisnis bertahan lebih lama.

4. Pilih Produk yang Mudah Dijadikan Konten

Di era TikTok Shop dan live shopping, konten sangat memengaruhi penjualan. Karena itu, pilih produk yang mudah dibuat video singkat.

Biasanya produk yang cepat viral punya:

  • Tampilan yang menarik
  • Hasil before-after
  • Fungsi unik
  • Efek memuaskan saat digunakan

Contohnya: alat pembersih noda lebih mudah dibanding lap biasa karena bisa dibuat video demonstrasi.

Sebelum memilih produk, pikirkan “Apakah produk ini menarik jika dibuat video durasi 15 detik?”. Jika produk sulit untuk dibuat konten, biasanya produk juga lebih sulit berkembang di media sosial.

5. Perhatikan Potensi Repeat Order

Kesalahan lain yang sering dilakukan pemula adalah hanya fokus pada produk sekali beli. Padahal bisnis online yang lebih stabil biasanya memiliki produk repeat order. Contoh produk yang memiliki potensi repeat order seperti skincare, kopi, frozen food, kebutuhan rumah tangga, wellness, kebutuhan hewan peliharaan.

Strategi yang efektif adalah menggabungkan:

  • Produk viral untuk menarik customer baru
  • Produk repeat order untuk menjaga penjualan tetap stabil

6. Perhatikan Kualitas Supplier

Dalam bisnis dropship atau zero inventory, supplier memegang peran penting. Produk viral dengan kualitas buruk hanya akan mnghasilkan komplain dan ulasan negatif. Karena itu lakukan test produk terlebih dahulu, cek review supplier, perhatikan kecepatan pengiriman, pilih supplier yang repsonsif. Menurut FitSmallBusiness, kualitas produk sangat memengaruhi loyalitas peanggan dan reputasi toko online.

Baca Juga: 7 Cara Bedakan Hype vs Peluang Bisnis Viral

Kesalahan Pemula dalam Memilih Produk Viral

Beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi saat memilih produk viral:

  • Hanya ikut tren tanpa memahami target market
  • Tidak menghitung biaya iklan
  • Tidak menghitung keuntungan bersih
  • Memilih produk dengan persaingan terlalu tinggi
  • Menjual produk tanpa nilai pembeda
  • Mengabaikan kualitas supplier

Kesimpulan

Strategi memilih produk viral 2026 tidak cukup hanya mengikuti tren media sosial. Seller perlu memhamai kebutuhan pasar, perilaku konsumen, dan potensi produk dalam jangka panjang. Produk viral memang bisa meningkatkan penjualan dengan cepat. Dengan riset yang tepat, seller pemula tidak hanya ikut tren sesaat, tetapi juga bisa membangun bisnis onlien yang lebih stabil dan berkembang lebih lama.

BACA ARTIKEL LAINNYA

Bagikan ke