Di media sosial, tren viral datang sangat cepat. Hari ini sebuah format konten viral dan digunakan banyak brand, tetapi beberapa hari kedepan tren tersebut sudah mulai ditinggalkan. Banyak creator, seller, bahkan brand merasa harus mengikuti semua tren agar tidak tertinggal. Padahal, tidak semua tren cocok diikuti untuk setiap akun brand. Karena terlalu fokus mengejar viral, banyak konten justru terasa tidak relevan dengan identitas brand. Akibatnya, viewers memang naik, tetapi engagement dan penjualan belum tentu ikut meningkat.
Memilih konten viral tidak bisa digunakan secara asal. Dibutuhkan strategi agar tren yang diikuti benar-benar sesuai dengan tujuan konten. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah A-A-W-S (Adopt, Adapt, Watch, dan Skip). Metode ini membantu brand menentukan apakah sebuah tren layak diikuti, dimodifikasi, dipantau dulu atau justru dilewatkan.
1. Adopt: Langsung Ikuti Tren yang Relevan
Tahap Adopt adalah tahap awal memilih konten viral. artinya sebuah tren bisa langsung digunakan karena sesuai dengan audiens dan gaya konten brand tanpa banyak perubahan. Biasanya tren yang masuk kategori Adopt memiliki ciri seperti:
- Tidak bertentangan dengan identitas brand
- Mudah dikaitkan dengan produk
- Sedang ramai digunakan
- Masih relevan dengan target audiens
Misalnya, ada audio viral yang cocok dipakai untuk konten packing order atau behind the scene bisnis. Karena formatnya ringan dan mudah dipahami, audiens lebih tertarik untuk menonton sampai selesai.
2. Adopt: Ikuti Tren dengan Penyesuaian

Tidak semua tren bisa langsung digunakan begitu saja. Ada beberapa tren yang sebenarnya menarik, tetapi perlu dimodifikasi agar lebih cocok dengan karakter brand. Inilah yang disebut Adapt. Tahap ini brand tetap mengikuti tren, tetapi dengan gaya yang lebih sesuai.
Contohnya:
- Mengubah tren lucu menjadi konten edukasi
- Mengganti gaya bahasa agar lebih profesional
- Menghubungkan tren dengan pengalaman pelanggan
Cara ini cukup efektif karena akun brand tetap terlihat mengikuti tren tetapi masih punya ciri khas sendiri. Banyak brand sekarang juga lebih menggunakan pendekatan Adapt dibanding mengikuti tren sepenuhnya. Hasilnya, konten terasa lebih natural dan tidak sekadar ikut-ikutan. Selain itu, audiens biasanya lebih tertarik dengan konten yang memiliki sentuhan khas dibanding konten yang terlalu mirip dengan akun lain.
BACA JUGA: 3 Funnel Marketing Efektif Ubah Viewers Jadi Pembeli
3. Watch: Pantau Dulu Sebelum Ikut Tren
Ada juga tren yang terlihat ramai, tetapi bekum tentu aman atau cocok untuk langsung diikuti. Dalam kondisi seperti ini, langkah terbaik adalah Watch. Watch berarti memantau perkembangan tren terlebih dulu sebelum membuat konten.
Hal ini penting dilakukan jika:
- Tren masih terlalu baru
- Belum jelas arah pembahasannya
- Berpotensi menimbulkan kontroversi
- Kurang relevan dengan target audiens
Banyak tren yang ramai sebentar lalu cepat hilang. Ada juga tren yang awalnya terlihat lucu, tetapi akhirnya menimbulkan komentar negatif. Dengan melakukan Watch, creator bisa melihat bagaimana respons audiens terhadap tren tersebut. Setelah arah pembahasannya jelas, baru putuskan apakah tren layak digunakan atau tidak. Dalam memilih konten viral, tidak ikut terlalu cepat kadang justru lebih aman.
4. Skip: Tidak Semua Tren Harus Diikuti
Tahap terakhir dalam memilih konten viral adalah Skip. Artinya, tren tersebut memang lebih baik dilewati karena tidak sesuai dengan identitas akun brand atau tidak memberikan manfaat yang jelas.
Banyak orang berpikir semua tren harus dicoba agar engagement naik. Padahal terlalu sering mengikuti tren yang tidak relevan justru membuat akun terlihat tidak konsisten. Selain itu, konten yang dipaksakan akan membingungkan audiens dan sulit membangun branding. Karena itu, Skip dalam memilih konten viral bukan berarti ketinggalan tren. Justru ini menunjukkan bahwa creator memahami arah kontennya sendiri.
Memilih Konten Viral Perlu Pertimbangan

Mengikuti tren memang bisa membantu meningkatkan jangkauan konten. Namun, hasil yang baik biasanya datang dari konten yang relevan dan sesuai dengan audiens, bukan sekadar ikut.
Dengan metode A-A-W-S, proses memilih konten viral menjadi lebih terarah. Creator atau seller jadi lebih mudah menentukan tren mana yang cocok digunakan dan mana yang sebaiknya dilewati sehingga brand mampu membangun hubungan dengan audiens dan mendukung perkembangan bisnis secara konsisten.





