Beranda

Packaging Bisnis Jadi Sorotan Di Tengah Isu Bantargebang

Bagikan ke

packaging bisnis online eco-friendly

Isu lingkungan kembali jadi perhatian publik setelah TPST Bantargebang ramai dibahas dalam beberapa minggu terakhir. Selain kondisi gunungan sampah yang semakin mengkhawatirkan, Bantargebang juga disebut sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia ke-2 dari sektor pengelolaan limbah. Berdasarkan laporan Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills dari UCLA School of Law, TPST Bantargebang menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam sepanjang 2025.

Meski gas metana sebagian besar berasal dari sampah organik, ramainya isu ini ikut memunculkan perhatian terhadap sampah secara keseluruhan, termasuk meningkatnya penggunaan packaging bisnis di era belanja online. Limbah kemasan yang terus bertambah bisa membuat proses pemilahan sampah menjadi lebih sulit, sehingga sampah organik yang seharusnya bisa diolah berakhir menumpuk di TPA.

Packaging Bisnis Mulai Jadi Perhatian

Di tengah meningkatnya isu lingkungan, banyak bisnis mulai mempertimbangkan penggunaan packaging yang lebih ramah lingkungan. Perubahan ini tidak hanya pada kemasan pengiriman, tetapi juga keseluruhan packaging produk yang digunakan sehari-hari.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya penggunaan plastik dalam aktivitas bisnis, mulai dari kantong belanja, bubble wrap, pouch produk, hingga kemasan sekali pakai lainnya. Ditambah lagi harga plastik yang terus mengalami kenaikan membuat banyak seller mulai mencari alternatif packaging yang lebih efisien.

Fungsi packaging:

  • Menjaga produk tetap aman selama pengiriman
  • Melindungi barang dari kerusakan
  • Meningkatkan tampilan produk
  • Memperkuat identitas brand

Namun, di sisi lain packaging menjadi perhatian konsumen, karena:

  • Bubble wrap berlapis
  • Plastik sekali pakai berlebihan
  • Kardus yang tidak sesuai ukuran produk
  • Filler yang sebenarnya tidak diperlukan

Meski bukan menjadi penyebab utama, tetapi volumenya yang terus meningkat tetap relevan untuk dibahas. Karena itu, bisnis juga perlu mempertimbangkan cara pengemasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti mulai beralih menggunakan paper bag, kardus daur ulang, kraft packaging, paper mailer, hingga kemasan reusable dan recycleable.

Baca juga: Desain Packaging Bisnis Minimalis

Green Business Bukan Sekadar Tren

Perubahan perilaku konsumen jadi salah satu alasan packaging bisnis semakin diperhatikan. Konsumen tidak hanya melihat kualitas produk tapi juga memperhatikan bagaimana sebuah brand mengelola dampak lingkungannya.

Di tengah isu Bantargebang, konsep green business juga semakin relevan. Green business bukan hanya tentang menggunakan kemasan ramah lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana bisnis dapat menjalankan operasional dengan dampak lingkungan yang lebih minim. Packaging bisnis yang lebih efisien tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dalam beberapa kasus, pengurangan material packaging justru bisa membantu menekan biaya operasional dan membuat proses pengiriman lebih praktis.

Selain itu, bisnis yang mulai menerapkan prinsip sustainability juga berpotensi membangun citra brand yang lebih positif di mata konsumen. Ajakan mendaur ulang kemasan atau penggunaan packaging reuseable kini mulai jadi nilai tambah tersendiri bagi brand.

Kesimpulan

Isu Bantargebang menjadi pengingat bahwa persoalan sampah merupakan isu bersama yang melibatkan banyak pihak mulai dari masyarakat, industri, hingga pemerintah. Packaging bisnis juga mulai dipandang sebagai bagian dari kesadaran terhadap sustainability dan pengelolaan limbah yang lebih baik.

Packaging bisnis yang ramah lingkungan kemungkinan akan terus berkembang beberapa tahun kedeoan. Bukan hanya sebagai strategi branding, tetapi juga bentuk adaptasi bisnis terhdap perubahan perilaku konsumen dan tantangan lingkungan.

BACA ARTIKEL LAINNYA

Bagikan ke