Launching produk sering dianggap sebagai momen penting untuk menarik perhatian pasar dan meningkatkan penjualan. Banyak seller berharap produk baru bisa langsung ramai setelah dipromosikan di media sosial atau marketplace. Faktanya, tidak sedikit produk baru justru sepi respons meski sudah dipromosikan cukup besar. Masalahnya bukan karena produknya, melainkan strategi launching yang kurang matang.
Banyak pebisnis pemula terlalu fokus pada hari peluncuran produk, tetapi lupa mempersiapkan penting sebelum dan sesudah launching dilakukan. Berdasarkan situs smartven dan alcorprime, berikut kesalahan launching produk baru:
1. Launching Produk Tanpa Riset Market
Kesalahan paling umum adalah langsung menjual produk karena sedang tren tanpa memahami kebutuhan pasar. Banyak yang terburu-buru ikut launching karena ikut tertinggal momentum. Akibatnya, produk sulit bersaing karena market sebenarnya sudah terlalu penuh.
Sebelum launching produk, penting mencari tau:
- Siapa target market-nya
- Masalah apa yang diselesaikan produk
- Bagaimana perilaku calon pembeli
- Siapa kompetitornya
Riset bisa dilakukan melalui komentar TikTok, review marketplace, Google Trends, atau polling Instagram story. Riset pasar ini membntu bisnis memahami kebutuhan konsumen sekaligus mengurangi risiko kesalahan saat peluncuran produk.
Baca Juga: Hindari 6 Kesalahan Menentukan Target Market Sebelum Mulai Jualan
2. Lupa Membangun Antusiasme
Salah satu tujuan launching produk adalah membangun penasaran sebelum produk dijual. Jika audiens belum mengenal produk sebelumnya, kemungkinan mereka juga tidak langsung tertarik membeli. Tahap pre-launch penting untuk membangun ekspektasi dan antusias market sebelum produk dirilis secara resmi
Seller bisa mulai membuat:
- Teaser produk
- Behind the scene
- Countdown launching
- Sneak peak packaging
- Video problem-solution
3. Konten Promosi Terlalu Hard Selling

Membuat konten yang terlalu fokus jualan menjadi kesalahan yang cukup sering terjadi. Contohnya “Produk terbaru kamu sudah tersedia, buruan beli sekarang!”. Konten promosi yang terlalu datar dan kurang storytelling sering membuat buzz launching terasa kurang menarik.
Saat launching produk, orang lebih tertarik melihat:
- Manfaat produk
- Perubahan sebelum dan sesudah
- Pengalaman penggunaaan
- Alasan produk dibuat
- Cerita dibalik produk
4. Tidak Melakukan Soft Launch
Banyak pebisnis langsung melakukan launching besar tanpa mencoba market terlebih dulu. Soft launch cukup penting untuk melihat respons pembeli sebelum produk dipasarkan lebih luas.
Soft launch bisa dilakukan dengan:
- Pre-order terbatas
- Menjual ke customer loyal dulu
- Live selling kecil-kecilan
- Meminta review dari beberapa pengguna awal
Dari sini, seller bisa mengetahui apakah produk disukai market, apakah harga sudah cocok, apakah packaging sudah aman, dan apakah ada keluhan dari pembeli. Cara ini membantu mengurangi risiko saat launching produk secara besar.
5. Salah Menentukan Waktu Launching
Waktu launching sangat berpengaruh terhadap hasil penjualan. Kadang produk yang dijual sebenarnya bagus, tetapi waktu peluncurannya kurang tepat.
Contohnya:
- Launching setelah tren mulai turun
- Launching saat daya beli sedang lemah
- Launching bersamaan dengan event besar kompetitor
- Launching ketika stok dan tim belum siap
Seller perlu memperhatikan momentum market sebelum launching produk, karena timing bisa membantu produk lebih mudah menarik perhatian pasar.
Misalnya:
- Produk hampers menjelang hari raya
- Perlengkapan travelling saat musim liburan
- Produk olahraga saat tren hidup sehat meningkat
6. Tidak Menyiapkan Operasional dengan Baik
Terlalu fokus membuat konten launching hingga lupa mempersiapkan operasional bisa mengakibatkan stok cepat habis, pengiriman terlambat, admin kewalahan, dan chat customer lama dibalas. Hal seperti ini membuat pengalaman pembeli menjadi kurang baik, terutama untuk customer pertama.
Sebelum launching, pastikan:
- Stok cukup aman
- Supplier siap
- Sistem order rapi
- Customer service siap menangani pertanyaan
7. Tidak Melakukan Evaluasi
Launching selesai bukan berarti produk berhasil terjual. Tahapan setelah launching juga penting untuk strategi perkembangan bisnis berikutnya.
Beberapa hal yang perlu dievaluasi:
- Konten mana yang paling ramai
- Sumber penjualan terbesar
- Respons customer terhadap produk
- Kendala saat pengiriman
- Feedback tentang harga atau packaging
Kesimpulan
Launching produk bukan sekadar memperkenalkan barang baru ke pasar. Seller juga perlu memahami target pembeli, strategi promosi, hingga kesiapan operasional bisnis. Dengan persiapan yang lebih matang, launching produk bisa membantu bisnis membangun awareness, meningkatkan penjualan, dan menciptakan customer loyal dalam jangka panjang.





