Di era digital seperti sekarang, hampir semua informasi bisa diakses hanya lewat genggaman tangan. Mulai dari berita, media sosial, hiburan, hingga tren terbaru terus muncul tanpa henti setiap hari. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul satu kebiasaan yang sering tidak disadari tetapi berdampak besar terhadap kesehatan mental dan produktivitas, yaitu doomscrolling.
Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus melihat informasi negatif, berita yang memicu kecemasan, atau konten yang membuat pikiran lelah di internet dan media sosial. Fenomena ini sering terjadi karena arus informasi digital terus bergerak sangat cepat dan terus diperbarui setiap waktu. Tidak sedikit orang yang merasa capek secara mental setelah terlalu lama bermain media sosial, meskipun sebenarnya tidak melakukan aktivitas berat. Hal ini terjadi karena otak terus menerima banyak informasi dalam waktu singkat.
Kenapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?
Salah satu alasan doomscrolling sulit dihentikan adalah rasa penasaran manusia terhadap informasi terbaru. Otak secara alami ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, terutama jika berkaitan dengan hal yang mengejutkan, kontroversial, atau memicu emosi. Selain itu, fitur infinite scroll media sosial membuat konten terus muncul tanpa batas. Karena itu, banyak orang merasa “cuma sebentar”, padahal mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar.
Beberapa orang juga melakukan doomscrolling sebagai bentuk pelarian dari rasa bosan, stres, atau tekanan pekerjaan. Sayangnya, kebiasaan ini justru membuat pikiran semakin penuh dan sulit fokus.
Dampak DoomScrolling terhadap Fokus
Salah satu dampak paling terasa dari doomscrolling adalah menurunnya fokus. Ketika otak terbiasa menerima banyak informasi secara cepat dalam jumlah besar, konsentrasi menjadi lebih mudah terpecah.
Hal ini biasanya terlihat saat seseorang:
- Sulit fokus mengerjakan tugas
- Terus membuka media sosial di sela pekerjaan
- Mudah terditraksi notifikasi
- atau Cepat merasa bosan saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi
Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai lebih cepat justru tertunda karena perhatian terus berpindah ke layar ponsel. Kebiasaan ini juga membuat seseorang sulit menikmati proses kerja dalam waktu lama. Otak menjadi terbiasa dengan hiburan cepat dan pergantian informasi yang terus-menerus.
Pengaruh terhadap Produktivitas

Selain mengganggu fokus, doomscrolling juga bisa mempengaruhi produktivitas sehari-hari. Waktu yang awalnya hanya digunakan “sebentar” sering berubah menjadi puluhan menit bahkan berjam-jam.
Jika dilakukan terus-menerus, kabiasaan ini bisa menyebabkan:
- Pekerjaan tertunda
- Jadwal berantakan
- Waktu tidur berkurang
- Motivasi menurun
- Pikiran terasa penuh
Banyak orang juga tanpa sadar memulai hari dengan melihat media sosial dan berita negatif. Padahal informasi yang dikonsumsi di awal hari sangat mempengaruhi mood dan energi untuk beraktivitas. Jika pikiran sudah dipenuhi rasa cemas atau overthingking, fokus bekerja maupun belajar menjadi sulit dibangun.
Doomscrolling dan Kesehatan Mental
Fenomena ini juga sering dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan. Terlalu sering melihat berita buruk. konflik, atau perbandingan hidup di media sosial bisa membuat seseorang merasa stres secara berlebihan. Bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial sepenuhnya, tetapi batasi konsumsi informasi agar tidak membuat mental kelelahan.
Media sosial sebenarnya bisa menjadi tempat inspirasi dan hiburan. Masalah muncul ketika pengguna kehilangan kontrol terhadap waktu dan jenis konten yang mereka konsumsi.
Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling
Mengurangi doomscrolling berarti menciptakan batas penggunaan media sosial yang sehat. Ini beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Membatasi waktu penggunaan media sosial
- Menghindari membuka media sosial saat bekerja
- Mengatur notifikasi agar tidak terus mengganggu
- Mengikuti akun yang lebih positif dan edukatif
- Menghindari penggunaan gadget sebelum tidur
Selain itu, mengganti waktu scrolling dengan aktivitas lain seperti membaca buku, olahraga ringan, atau berbicara langsung dengan teman juga bisa membantu mengurangi kebiasaan tersebut.
Kesimpulan
Fenomena doomscrolling menjadi salah satu kebiasaan digital yang semakin sering terjadi di tengah derasnya arus informasi saat ini. Tanpa disadari, kebiasaan scrolling berlebihan dapat mempengaruhi fokus, menurunkan produktivitas, hingga membuat pikiran lebih mudah lelah dan cemas. Dengan membatasi konsumsi konten serta mengatur waktu penggunaan gadget, seseorang bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan informasi dan kesehatan mental sehari-hari.





