Dalam dunia digital marketing, membuat konten tidak cukuo hany afokus pada jumlah views atau viral. Banyak brand berhasil mendapatkan ribuan penonton, tetapi tetap kesulitan mendapatkan pembeli. Salah satu penyebabnya adalah belum memahami strategi funnel content marketing yang tepat.
Dalam funnel content marketing, terdapat tiga jenis konten utama yang memiliki fungsi berbeda, yaitu TOFU, MOFU, dan BOFU. Ketiga jenis konten ini saling berkaitan membantu brand menarik perhatian audiens, membangun ketertarikan, hingga mendorong keputusan pembelian.
1. TOFU (Top of Funnel): Menarik Perhatian dan Menjangkau Audiens Baru

TOFU adalah tahap awal dalam funnel marketing. Di tahap ini, tujuan utama konten bukan untuk jualan secara langsung, melainkan menarik perhatian orang baru agar mengenal brand atau produk yang ditawarkan. Konten TOFU biasanya dibuat ringan, mudah dipahami, dan memiliki peluang besar untuk dibagikan atau masuk FYP. Fokusnya adalah membuat orang berhenti scrolling dan tertarik melihat konten lebih lanjut.
Contoh konten TOFU:
- Konten edukasi singkat
- Tips dan Trik
- Meme relateable
- Mitos vs fakta
- A day in my life
- Video hiburan ringan
- Fakta unik seputar produk atau brand
Misalnya, brand skincare membuat konten “3 Kebiasaan yang Membuat Wajah Cepat Kusam” atau “Mitos tentang Kulit Berminyak”. Konten seperti ini lebih mudah menarik perhatian audiens karena membahas masalah yang sering dialami banyak orang.
Di tahap TOFU, brand juga harus memperhatikan hook dan visual agar audiens tidak langsung skip. Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu cepat hard selling di tahap awal. Padahal audiens yang baru mengenal brand biasanya belum memiliki rasa percaya. Karena itu, konten TOFU lebih efektif jika fokus membangun awareness terlebih dulu. Semakin menarik kontennya, semakin besar kemungkinan orang mengenal brand tersebut.
2. MOFU (Middle of Funnel): Membangun Rasa Percaya Audiens

Setelah audiens mengenal brand atau produk melalui TOFU, tahap berikutnya adalah MOFU. Di tahap ini, audiens biasanya sudah pernah melihat konten sebelumnya dan mulai tertarik, tetapi masih mempertimbangkan apakah brand tersebut benar-benar terpercaya atau tidak. Karena itu, fungsi utama konten MOFU adalah membangun kedekatan atau rasa percaya. Konten MOFU biasanya lebih personal dan menunjukkan kualitas brand secara lebih nyata sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan.
Contoh konten MOFU:
- Story telling
- Behind The Scene (BTS)
- Perbandingan produk
- Review produk
- Studi kasus
- Penjelasan manfaat produk
Misalnya, jika sebelumnya brand skincare membuat konten edukasi tentang wajah kusam, maka di tahap MOFU mereka bisa membuat konten tentang kandungan produk yang membantu mencerahkan kulit. MOFU penting karena audiens mulai mempertimbangkan apakah produk tersebt benar-benar cocok untuk mereka.
Di tahap ini, brand harus mampu menjawab keraguan dan membangun kredibilitas. Interaksi dengan audiens seperti membalas komentar, menjawab pertanyaan, atau mmeberikan penjelasan tambahan juga sangat berpengaruh meningkatkan rasa percaya terhadap brand.
3. BOFU (Bottom of Funnel): Mendorong Audiens untuk Membeli

BOFU adalah tahap terakhir dalam funnel marketing. Tahap ini audiens sebenarnya sudah tertarik dan hanya membutuhkan dorongan terakhir sebelum membeli. Karena itu, konten BOFU harus bisa menunjukkan bukti nyata bahwa produk memang layak dibeli.
Contoh konten BOFU:
- Before-After
- UGC (User Generated Content)
- Testimoni pelanggan
- Rating pelanggan
- Promo atau diskon
- CTA pembelian
UGC menjadi salah satu jenis konten yang cukup kuat karena berasal langsung dari pelanggan. Banyak calon pembeli merasa lebih percaya ketika melihat pengalaman asli dari pengguna lain dibanding iklan biasa.
Tahap BOFU, brand juga perlu membuat proses pembelian menjadi mudah. Jangan sampai audiens sudah tertarik membeli tetapi kesulitas menemukan link produk atau informasi pemesanan.
Kenapa Funnel Content Marketing Penting?
Banyak bisnis gagal mendapatkan penjualan karena hanya fokus pada satu jenis konten saja. Ada yang terlalu membuat konten viral tanpa arah, ada juga yang terlalu sering hard selling sehingga audiens merasa bosan. Padahal, strategi marketing yang efektif adalah menggabungkan TOFU, MOFU, dan BOFU secara seimbang. TOFU membantu menarik audiens baru, MOFU membangun kepercayaan, dan BOFU membantu meningkatkan penjualan.
Dengan memahami funnel content marketing, brand tidak hanya mendapatkan viewers, tetapi juga mampu mengubah audiens menjadi pelanggan yang loyal dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi bisnis.





