Beranda

5 Pelajaran Bisnis dari Dr. Tirta & Ivan Gunawan yang Sering Diabaikan Owner

Bagikan ke

Pelajaran bisnis menjadi hal penting yang perlu dipahami oleh pelaku usaha agar bisnis tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu berkembang dengan lebih sehat dan terarah. Banyak bisnis mengalami kesulitan bukan karena kurangnya penjualan, melainkan karena pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan yang masih kurang tepat. Kondisi tersebut membuat bisnis sulit berkembang dan tidak memiliki kestabilan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen bisnis menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap owner maupun seller.

Dr. Tirta Mandira Hudhi dan Ivan Gunawan menyoroti bahwa membangun bisnis tidak hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga memahami cara mengelola usaha dengan benar. Dari pembahasan tersebut, terdapat beberapa pelajaran bisnis yang dapat diterapkan oleh para seller dalam mengelola usaha mereka. Mulai dari pengaturan keuangan perusahaan hingga cara mengambil keputusan bisnis yang lebih terarah. Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, bisnis dapat memiliki pondasi yang lebih kuat untuk bertumbuh dalam jangka panjang.

Sumber: SosokBisnis

Artikel ini akan membahas beberapa pelajaran bisnis yang dapat diterapkan oleh para seller dalam mengelola usaha mereka. Tujuannya agar pelaku usaha dapat memahami pentingnya membangun bisnis dengan pengelolaan yang lebih tepat dan terarah. Berdasarkan podcast Diary Rintisan by Finfolk bersama Dr. Tirta Mandira Hudhi serta podcast Paraswara bersama Ivan Gunawan yang potongannya dibagikan ulang oleh akun media sosial SosokBisnis, terdapat beberapa pelajaran bisnis yang dapat diterapkan oleh para seller dalam mengelola usaha mereka.

1. Pisahkan Income Company dan Private Income

Kesalahan pertama dalam berbisnis adalah tidak memisahkan income perusahaan dengan income pribadi. Banyak pelaku bisnis menggunakan uang hasil usaha untuk kebutuhan pribadi tanpa pengelolaan yang jelas, sehingga keuangan perusahaan menjadi berantakan. Akibatnya tidak ada sisa dana yang dapat diputar kembali untuk perkembangan usaha. Kondisi tersebut membuat growth bisnis menjadi nol karena perusahaan tidak memiliki ruang untuk bertumbuh. Oleh karena itu, memisahkan income company dan private income dapat menjadi pelajaran bisnis penting bagi pelaku usaha dalam membangun bisnis yang lebih sehat dan terarah.

2. Menggunakan Laporan yang Proper

Debit dan kredit merupakan pondasi pencatatan laporan keuangan yang penting dalam bisnis karena membantu memastikan setiap transaksi tercatat secara seimbang. Debit biasanya digunakan untuk mencatat kenaikan aset atau beban, sedangkan kredit digunakan untuk mencatat kenaikan kewajiban, pendapatan, atau ekuitas. Melalui sistem ini, setiap transaksi minimal memiliki satu entri debit dan satu entri kredit dengan nilai yang sama menurut CIMB Niaga. Sementara itu, penerapan sistem debit dan kredit yang tepat dapat membantu bisnis menjaga ketepatan pencatatan keuangan sehingga laporan yang dihasilkan menjadi lebih rapi, sistematis, dan mudah digunakan untuk pengambilan keputusan usaha.

Untuk mendapatkan gambaran keuangan yang lebih lengkap daripada sekadar saldo hasil pencatatan debit dan kredit, bisnis perlu menambahkan laporan arus kas yang menunjukkan aliran kas masuk dan keluar berdasarkan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan sehingga dapat memberikan informasi mengenai likuiditas dan ketersediaan kas menurut Mekari Jurnal. Dengan menggabungkan laporan arus kas ke dalam sistem pelaporan berbasis debit dan kredit, manajer maupun pemilik bisnis dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai sumber dan penggunaan kas sehingga perencanaan modal kerja, pembayaran utang, hingga keputusan investasi dapat dilakukan dengan lebih tepat dan terarah.

3. Owner Perlu Digaji

Pelajaran bisnis berikutnya adalah owner perlu memiliki sistem gaji yang jelas dan tidak mengambil uang perusahaan sesuka hati. Banyak pelaku usaha masih menganggap seluruh pemasukan bisnis dapat langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi, padahal keuntungan perusahaan perlu dikelola secara terstruktur melalui konsep earning dan retained earning, yaitu sebagian keuntungan digunakan untuk kebutuhan owner dan sebagian lainnya disimpan kembali ke perusahaan untuk mendukung operasional serta perkembangan bisnis. Karena itu, owner sebaiknya menerima gaji tetap layaknya karyawan, sedangkan pembagian keuntungan atau earning diambil secara berkala, misalnya setiap tahun sesuai porsi kepemilikan saham atau kebijakan perusahaan, agar kondisi keuangan bisnis tetap sehat dan growth perusahaan dapat berjalan lebih stabil.

4. Jangan Scale Up Terburu-buru, Pelajaran Bisnis Diperlukan

Jangan terburu-buru melakukan scale up sebelum memahami kondisi usaha dengan baik. Banyak owner terlalu fokus memperbesar bisnis tanpa melakukan decision analysis yang tepat sehingga keputusan yang diambil justru berisiko bagi keuangan maupun operasional perusahaan. Sebelum melakukan ekspansi, hal yang perlu di-scale up terlebih dahulu adalah ilmu dan kemampuan owner dalam memahami bisnis, mulai dari pelajaran bisnis mengenai manajemen, keuangan, hingga strategi pengambilan keputusan. Pengetahuan tersebut dapat dipelajari melalui course, buku, maupun pengalaman belajar lainnya agar perkembangan bisnis dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

5. Tentukan Budget Bisnis Dengan Metode 40% dan 60%

Pelajaran bisnis berikutnya adalah pentingnya menentukan budget bisnis serta menyiapkan dana darurat untuk menjaga kestabilan usaha. Salah satu cara yang dapat diterapkan yaitu menggunakan metode 40% dan 60%, di mana sebagian dana digunakan untuk kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis, sementara sisanya disiapkan sebagai cadangan atau dana darurat apabila bisnis mengalami penurunan, kerugian, maupun kondisi tidak terduga. Dengan pengaturan budget yang lebih terstruktur, bisnis dapat memiliki kondisi keuangan yang lebih aman dan tidak mudah terganggu ketika menghadapi risiko operasional.

Kesimpulan

Pelajaran bisnis dari Dr. Tirta Mandira Hudhi dan Ivan Gunawan menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh tingginya penjualan, tetapi juga dari cara owner mengelola bisnis dengan tepat. Pengaturan keuangan yang terstruktur, penggunaan laporan keuangan yang proper, hingga pengambilan keputusan yang matang menjadi pondasi penting agar bisnis dapat berkembang secara sehat. Selain itu, owner juga perlu memahami pentingnya menjaga kestabilan bisnis sebelum melakukan ekspansi agar usaha tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Karena itu, seller maupun pelaku usaha perlu mulai membangun sistem bisnis yang lebih tertata sejak awal. Mulai dari memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan, menentukan budget bisnis, hingga terus meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen usaha dapat menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Dengan pengelolaan yang lebih baik, bisnis tidak hanya mampu bertahan dalam jangka panjang, tetapi juga memiliki peluang berkembang dengan lebih stabil dan terarah.

BACA ARTIKEL LAINNYA DISINI

Bagikan ke