Menjual produk lama yang sudah ada di stok sering menjadi tantangan besar bagi pelaku bisnis. Produk yang sudah lama di pasaran bisa saja menurun peminatnya karena berbagai alasan, mulai dari tren yang berubah, persaingan semakin ketat, hingga produk yang terlihat “ketinggalan zaman”. Namun, mengganti branding bukan satu-satunya solusi. Ada beberapa cara efektif dan cepat untuk menghabiskan produk lama tanpa perlu mengubah identitas merek yang sudah dikenal pelanggan. Berikut 6 cara yang dapat Anda terapkan untuk menjual produk lama dengan cepat tanpa harus mengganti branding.
1. Buat Promo Khusus untuk Produk Lama

Promo khusus adalah salah satu strategi paling ampuh untuk menggerakkan penjualan produk lama. Produk lama yang sudah lama berada di stok sering kali mengalami penurunan minat karena pelanggan sudah bosan, tren berubah, atau produk dianggap kurang relevan. Dengan memberikan promo khusus, Anda bisa “menghidupkan kembali” daya tarik produk tersebut dan menciptakan insentif kuat bagi konsumen untuk segera membeli.
Mengapa Promo Khusus Penting?
Promo memberikan alasan konkret bagi pelanggan untuk segera mengambil keputusan pembelian. Produk yang tanpa promo biasanya dipertimbangkan lebih lama, bahkan bisa ditunda pembeliannya. Dengan promo, terutama diskon atau bundling, nilai produk terasa lebih menarik dan pembeli merasa mendapatkan keuntungan lebih, sehingga meningkatkan kemungkinan transaksi terjadi.
Jenis-Jenis Promo Khusus yang Bisa Anda Terapkan
- Diskon Besar
Memberikan potongan harga yang signifikan pada produk lama adalah cara paling langsung dan efektif. Diskon antara 20% sampai 50% dapat menarik perhatian pelanggan yang sebelumnya ragu membeli produk tersebut. Besarnya diskon harus seimbang antara menarik pembeli dan tetap menjaga margin keuntungan agar bisnis tetap sehat. - Bundling Produk
Menggabungkan produk lama dengan produk baru atau produk lain yang laku keras dalam satu paket dengan harga spesial membuat produk lama menjadi lebih menarik. Contohnya, jika Anda menjual produk kecantikan, Anda bisa bundling produk lama dengan produk terbaru sehingga pelanggan merasa mendapatkan nilai lebih dari satu pembelian. - Cashback atau Voucher Belanja
Memberikan cashback atau voucher untuk pembelian berikutnya bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendorong pembelian ulang. Ini juga membuat pelanggan merasa dihargai sehingga kemungkinan mereka merekomendasikan produk Anda ke orang lain lebih besar. - Gratis Ongkir atau Bonus Produk
Promo gratis ongkos kirim sering kali menjadi faktor penentu bagi pelanggan, terutama di platform online. Menawarkan bonus produk kecil sebagai hadiah pembelian juga membuat pelanggan merasa mendapatkan “keuntungan ganda,” meningkatkan daya tarik produk lama. - Limited Time Offer (Penawaran Terbatas Waktu)
Menggunakan promo yang hanya berlaku dalam waktu singkat menciptakan rasa urgensi pada pelanggan. Mereka terdorong untuk segera membeli karena takut kehilangan kesempatan mendapatkan harga atau keuntungan khusus tersebut.
Cara Merancang Promo Khusus yang Efektif
- Kenali Margin Keuntungan Produk
Sebelum menetapkan diskon atau promo lainnya, pahami terlebih dahulu margin keuntungan produk. Jangan sampai promo menyebabkan Anda menjual dengan harga di bawah biaya produksi, karena ini akan merugikan bisnis dalam jangka panjang. - Sesuaikan Promo dengan Target Pasar
Pelajari karakteristik dan preferensi target pasar Anda. Promo yang efektif untuk pelanggan muda mungkin berbeda dengan promo untuk segmen profesional atau keluarga. Misalnya, pelanggan muda mungkin lebih tertarik dengan bundling produk yang kekinian, sedangkan pelanggan keluarga lebih menyukai diskon langsung. - Promosikan Promo dengan Maksimal
Setelah promo dirancang, jangan lupa untuk mengkomunikasikan promo tersebut dengan jelas dan menarik lewat berbagai saluran pemasaran: media sosial, email marketing, iklan berbayar, dan website resmi. Gunakan headline yang memikat dan visual yang menarik untuk membuat orang tertarik. - Gunakan Call to Action yang Jelas
Pastikan pesan promosi selalu disertai ajakan bertindak (call to action) yang kuat seperti “Beli Sekarang,” “Dapatkan Diskon Terbatas,” atau “Jangan Lewatkan Kesempatan Ini.” Hal ini membantu mengarahkan pelanggan untuk segera mengambil keputusan pembelian. - Pantau dan Evaluasi Hasil Promo
Setelah promo berjalan, lakukan pemantauan terhadap penjualan dan respons pelanggan. Catat produk mana yang paling banyak terjual dan promo apa yang paling efektif. Dari situ Anda bisa melakukan evaluasi dan perbaikan untuk promo berikutnya.
Contoh Promo Khusus yang Sukses untuk Produk Lama
Misalnya, sebuah toko fashion online yang memiliki stok sepatu model lama tapi masih berkualitas bagus, melakukan promo bundling dengan tas terbaru dengan diskon 40% untuk paket tersebut. Promo hanya berlaku selama 5 hari dan diumumkan melalui Instagram dan email newsletter dengan testimoni pelanggan yang puas. Hasilnya, penjualan stok lama meningkat drastis dan banyak pelanggan baru tertarik mencoba produk lain.
Manfaat Jangka Panjang dari Promo Khusus
Selain membantu menghabiskan stok produk lama, promo khusus juga membangun loyalitas pelanggan karena mereka merasa mendapatkan keuntungan eksklusif. Ini membuka peluang pelanggan kembali membeli produk lain di masa mendatang. Dengan sering melakukan promo yang terencana, Anda juga bisa menjaga brand awareness dan kepercayaan pelanggan tanpa harus mengubah branding produk lama.
Promo Adalah: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara …
2. Manfaatkan Channel Penjualan Alternatif

Memanfaatkan channel penjualan alternatif berarti menjual produk Anda di berbagai platform atau media yang berbeda dari saluran penjualan utama yang biasa digunakan. Jika biasanya Anda hanya menjual di toko fisik atau satu marketplace tertentu, membuka peluang di channel lain bisa sangat membantu memperluas jangkauan pasar dan mempercepat penjualan produk lama yang susah laku.
Mengapa Channel Penjualan Alternatif Penting?
Setiap channel penjualan memiliki karakteristik konsumen dan mekanisme pemasaran yang berbeda. Kadang produk lama yang sudah “mati rasa” di satu channel justru bisa mendapat perhatian segar di channel lain yang lebih sesuai dengan target pasar atau jenis produk Anda. Dengan memanfaatkan channel alternatif, Anda tidak hanya memperbesar peluang bertemu dengan pembeli baru, tetapi juga bisa mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber penjualan.
Berbagai Channel Penjualan Alternatif yang Bisa Dimanfaatkan
- Marketplace Berbeda
Selain marketplace populer yang biasa Anda gunakan, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, coba juga marketplace niche yang sesuai dengan produk Anda. Misalnya, produk fashion bisa dijual di Zalora atau platform khusus fashion, produk elektronik bisa coba di platform yang fokus gadget, dan sebagainya. - Media Sosial dan Social Commerce
Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp kini bukan hanya sebagai media promosi, tapi juga tempat jual beli yang efektif. Fitur seperti Instagram Shopping, Facebook Marketplace, TikTok Shop memungkinkan Anda menjual langsung ke follower atau komunitas tertentu tanpa harus lewat marketplace besar. - Grup Komunitas dan Forum Online
Bergabung dengan grup komunitas, forum, atau platform diskusi yang relevan dengan produk Anda dapat membuka peluang menjual ke target yang lebih spesifik. Misalnya, produk kesehatan bisa dijual di forum pecinta gaya hidup sehat, produk outdoor bisa dipasarkan di grup komunitas pecinta alam. - Offline Event dan Pop-up Store
Selain channel online, manfaatkan juga event offline seperti bazar, pameran, pop-up store, atau pasar malam. Produk lama yang sulit terjual secara online kadang lebih mudah terjual secara langsung, apalagi dengan penawaran promo khusus di lokasi acara. - Kolaborasi dengan Retailer atau Reseller
Cari retailer kecil, reseller, atau dropshipper yang bisa membantu Anda menjual produk ke pasar baru tanpa harus menambah biaya marketing besar. Model penjualan ini membantu produk lama tersebar lebih luas tanpa perlu investasi modal besar. - Website dan Blog Sendiri
Membangun website e-commerce atau blog khusus produk Anda memberikan kontrol penuh atas brand dan penjualan. Meski butuh usaha untuk mengarahkan traffic, channel ini sangat penting sebagai channel alternatif jangka panjang.
Cara Memilih dan Mengelola Channel Penjualan Alternatif
- Analisis Karakteristik Produk dan Target Pasar
Tidak semua channel cocok untuk semua produk. Misalnya, produk teknologi tinggi lebih cocok dijual di marketplace khusus gadget dibandingkan marketplace umum. Pelajari karakteristik demografis dan perilaku pembeli di tiap channel untuk menentukan pilihan yang paling potensial. - Sesuaikan Strategi Penjualan di Setiap Channel
Channel yang berbeda memerlukan pendekatan pemasaran berbeda. Misalnya, di Instagram Anda butuh konten visual menarik, di marketplace fokus pada deskripsi produk yang detail dan review pelanggan. Pahami keunikan channel dan sesuaikan strategi agar efektif. - Jaga Konsistensi Brand dan Kualitas Layanan
Meski jual di banyak channel, pastikan pesan brand tetap konsisten. Jangan sampai ada ketidaksesuaian harga, promo, atau pelayanan yang membuat pelanggan bingung dan kehilangan kepercayaan. - Pantau Performa Setiap Channel
Gunakan tools analytics atau data penjualan untuk memantau performa tiap channel. Identifikasi channel mana yang memberikan hasil terbaik dan optimalkan terus. Jika ada channel yang kurang efektif, evaluasi apakah perlu dipertahankan atau dialihkan fokus.
Manfaat Jangka Panjang dari Memanfaatkan Channel Penjualan Alternatif
Memanfaatkan channel penjualan alternatif tidak hanya membantu menjual produk lama dengan cepat, tetapi juga memperkuat keberadaan brand di berbagai segmen pasar. Ini membangun fondasi penjualan yang lebih stabil dan beragam, sehingga bisnis Anda tidak terlalu tergantung pada satu sumber pemasukan saja.
Selain itu, melalui berbagai channel, Anda bisa mendapatkan insight berharga tentang preferensi pelanggan dan tren pasar yang bisa menjadi bahan pengembangan produk dan strategi bisnis di masa depan.
3. Perbarui Deskripsi dan Foto Produk
Salah satu alasan mengapa produk lama tidak kunjung terjual bisa jadi bukan karena kualitasnya yang buruk, melainkan karena penyajiannya di etalase digital tidak menarik. Di dunia digital yang serba visual dan cepat seperti sekarang, tampilan produk dan cara Anda mendeskripsikannya memainkan peran besar dalam memengaruhi keputusan beli konsumen. Oleh karena itu, memperbarui deskripsi dan foto produk merupakan strategi yang sangat efektif untuk menghidupkan kembali penjualan produk lama tanpa perlu mengganti branding.
Mengapa Perlu Memperbarui Deskripsi dan Foto Produk?
Manusia adalah makhluk visual. Ketika mereka melihat foto produk yang buram, tidak menarik, atau tidak profesional, mereka cenderung langsung mengabaikannya—meskipun produk itu sendiri sebenarnya bermanfaat. Hal yang sama berlaku untuk deskripsi produk. Jika deskripsi terlalu singkat, membosankan, atau tidak menjawab kebutuhan konsumen, mereka akan kehilangan minat.
Pembaruan deskripsi dan foto bisa memberi nafas baru bagi produk yang sebelumnya dianggap “mati suri”. Dengan presentasi yang lebih segar dan menarik, produk lama dapat terlihat seperti baru dan memicu rasa penasaran calon pembeli.
Langkah-Langkah Memperbarui Deskripsi Produk Secara Efektif
- Fokus pada Manfaat, Bukan Hanya Fitur
Kesalahan umum dalam penulisan deskripsi produk adalah terlalu fokus pada fitur teknis dan melupakan manfaat nyata bagi konsumen. Misalnya, daripada hanya menyebut “terbuat dari bahan katun 100%”, lebih baik menambahkan “nyaman dipakai seharian tanpa membuat kulit gerah”. - Gunakan Bahasa yang Emosional dan Persuasif
Deskripsi yang emosional bisa menggugah perasaan dan membangun koneksi. Misalnya, untuk produk aromaterapi: “Nikmati sensasi relaksasi total setelah hari panjang dengan aroma lavender yang menenangkan.” - Tampilkan Unique Selling Proposition (USP)
Tanyakan pada diri Anda: apa yang membuat produk ini beda dari yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini harus dimasukkan dalam deskripsi. Tonjolkan keunikan dan keunggulan yang tidak dimiliki produk sejenis lainnya. - Gunakan Format yang Mudah Dibaca
Susun deskripsi dalam format yang enak dipindai mata, misalnya dengan poin-poin, subjudul, dan paragraf pendek. Banyak pembeli tidak membaca semuanya, tetapi akan memindai poin penting. Pastikan keunggulan produk mudah ditemukan dalam sekilas. - Sisipkan Call to Action (CTA)
Meskipun hanya deskripsi, jangan lupakan kekuatan ajakan. Kalimat seperti “Pesan sekarang sebelum kehabisan!” atau “Stok terbatas, jangan sampai ketinggalan!” bisa mendorong pembeli segera mengambil keputusan.
Langkah-Langkah Memperbarui Foto Produk Secara Profesional
- Gunakan Kamera Berkualitas Tinggi
Anda tidak harus memiliki kamera DSLR, karena banyak smartphone saat ini sudah cukup mumpuni untuk menghasilkan foto tajam dan terang. Pastikan pencahayaan cukup, latar bersih, dan fokus tajam pada produk. - Gunakan Latar yang Konsisten dan Estetis
Gunakan latar putih polos atau latar tematik yang sesuai dengan branding Anda. Konsistensi akan membantu memperkuat identitas brand dan menciptakan tampilan toko online yang lebih profesional. - Tampilkan Foto dari Berbagai Sudut
Berikan calon pembeli gambaran menyeluruh tentang produk dengan menampilkan berbagai sudut pandang. Misalnya: tampak depan, belakang, samping, dan detail close-up. - Gunakan Model atau Konteks Penggunaan (Lifestyle Shot)
Menampilkan produk sedang digunakan dalam kehidupan nyata jauh lebih menarik dibandingkan hanya foto statis. Misalnya, tas dipakai oleh model dalam suasana jalan-jalan, atau bantal digunakan di atas ranjang yang tertata rapi. - Edit Foto Secukupnya
Edit foto untuk menyesuaikan pencahayaan, kontras, dan saturasi agar tampak lebih profesional, namun hindari over-editing yang membuat produk tampak berbeda dari aslinya. Kejujuran visual penting agar pembeli tidak kecewa. - Perhatikan Dimensi dan Ukuran File
Pastikan ukuran gambar tidak terlalu besar agar tidak memperlambat loading halaman, tetapi juga tidak terlalu kecil sehingga kualitasnya buruk. Format JPG untuk produk, dan PNG jika Anda butuh latar transparan.
Strategi Lanjutan Setelah Memperbarui Deskripsi dan Foto
- Uji A/B untuk Evaluasi Efektivitas
Jika memungkinkan, buat dua versi deskripsi dan foto untuk produk yang sama lalu lihat mana yang menghasilkan konversi lebih tinggi. Ini membantu Anda memahami selera konsumen dan meningkatkan keefektifan strategi konten. - Sinkronkan Perubahan di Semua Channel
Jika Anda menjual produk di lebih dari satu marketplace atau media sosial, pastikan semua platform diperbarui dengan deskripsi dan foto yang baru. Inkonsistensi antar platform bisa membingungkan calon pembeli. - Gunakan Deskripsi dan Gambar untuk Edukasi Visual
Contoh: jika Anda menjual alat dapur yang multifungsi, gunakan infografik di foto untuk menunjukkan fungsi-fungsinya. Atau jika Anda menjual skincare, buat urutan penggunaan produk langsung di dalam deskripsinya. - Perbarui Secara Berkala Sesuai Tren dan Musim
Deskripsi dan foto sebaiknya tidak dianggap final. Misalnya, mendekati musim liburan, Anda bisa menyisipkan narasi tematik seperti “Hadiah sempurna untuk Natal!” atau “Diskon spesial akhir tahun!” - Kumpulkan Feedback dan Review Visual dari Konsumen
Minta konsumen mengirimkan foto saat menggunakan produk Anda. UGC (user generated content) ini bisa Anda masukkan ke dalam listing produk untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli lainnya.
Manfaat Jangka Panjang dari Pembaruan Deskripsi dan Foto
- Meningkatkan Click-Through Rate (CTR)
Deskripsi dan foto yang menarik akan lebih mungkin diklik saat muncul di hasil pencarian marketplace atau iklan. - Meningkatkan Konversi Penjualan
Saat konsumen merasa produk Anda jelas, informatif, dan profesional, mereka akan lebih percaya diri untuk membeli. - Meningkatkan Peringkat SEO Produk di Marketplace
Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee memperhitungkan faktor CTR, konversi, dan kepuasan pembeli untuk menentukan ranking produk. Pembaruan konten akan membantu produk lama Anda naik ke posisi lebih strategis. - Mengurangi Komplain dan Retur
Deskripsi yang detail dan foto yang realistis akan memberikan ekspektasi yang sesuai kepada pembeli, sehingga potensi komplain dan retur bisa ditekan.
Kesimpulan
Meningkatkan penjualan produk lama tidak selalu butuh langkah besar atau perubahan menyeluruh dalam branding. Terkadang, cukup dengan menyegarkan deskripsi dan foto, Anda bisa menghidupkan kembali daya tarik produk yang sebelumnya diabaikan calon pembeli. Ini adalah cara murah, cepat, dan strategis yang seharusnya menjadi rutinitas wajib dalam manajemen produk digital Anda.
Jangan remehkan kekuatan konten visual dan verbal. Mereka bukan sekadar pelengkap, tapi adalah “salesman” pertama yang bekerja 24 jam di etalase digital Anda. Jika Anda memperlakukannya dengan profesional, hasilnya pun bisa melampaui ekspektasi.
4. Gunakan Testimoni dan Review Pelanggan

Bukti sosial atau social proof sangat kuat dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Produk lama yang memiliki testimoni positif dari pelanggan akan lebih dipercaya dan lebih cepat laku.
Cara optimal menggunakan testimoni:
- Tampilkan testimoni di halaman produk: Pilih review yang paling mengena dan meyakinkan, baik dari segi kualitas produk maupun pelayanan.
- Minta feedback dari pelanggan lama: Ajak pelanggan yang sudah membeli produk lama untuk memberikan review terbaru. Anda bisa memberikan insentif kecil sebagai ucapan terima kasih.
- Gunakan testimoni dalam konten promosi: Buat postingan khusus yang menampilkan testimoni pelanggan dan jelaskan bagaimana produk membantu mereka.
- Video testimonial: Jika memungkinkan, buat video singkat pelanggan yang puas menggunakan produk. Video lebih mudah dipercaya daripada tulisan.
Testimoni ini memberikan alasan kuat bagi pelanggan baru untuk tidak ragu membeli produk lama.
5. Tingkatkan Aktivitas Marketing dengan Konten Edukatif dan Hiburan
Alih-alih hanya berfokus pada penjualan, ciptakan konten yang mengedukasi dan menghibur audiens tentang produk lama Anda. Konten yang memberikan nilai tambah membuat pelanggan tertarik dan meningkatkan engagement.
Jenis konten yang bisa dibuat:
- Tutorial penggunaan produk: Buat video atau artikel yang menjelaskan cara memaksimalkan penggunaan produk lama agar hasilnya optimal.
- Tips dan trik terkait produk: Berikan tips yang relevan dengan produk sehingga audiens merasa mendapat manfaat lebih.
- Cerita di balik produk: Ceritakan proses pembuatan, sumber bahan, atau keunikan produk untuk membangun kedekatan emosional.
- Konten ringan dan hiburan: Buat konten lucu, quiz, atau challenge yang berkaitan dengan produk untuk menarik perhatian tanpa harus langsung menjual.
Konten yang baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan menarik perhatian calon pembeli baru yang sebelumnya tidak tertarik.
6. Manfaatkan Strategi Urgensi dan Kelangkaan
Strategi psikologis seperti urgensi (keterbatasan waktu) dan kelangkaan (stok terbatas) sangat efektif untuk mendorong pelanggan mengambil keputusan pembelian lebih cepat, terutama untuk produk lama yang ingin segera habis terjual.
Cara menerapkan strategi ini:
- Batas waktu promo: Tetapkan waktu promosi yang singkat seperti 3 hari atau seminggu agar pembeli merasa harus segera bertindak.
- Tampilkan stok terbatas: Cantumkan jumlah stok yang tersisa untuk menimbulkan kesan produk sangat diminati dan jangan sampai kehabisan.
- Countdown timer: Gunakan fitur hitung mundur pada website atau media sosial untuk memperkuat rasa urgensi.
- Penawaran eksklusif: Berikan promo khusus untuk pelanggan tertentu atau follower setia sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong pembelian cepat.
Strategi ini mengurangi rasa ragu calon pembeli dan meningkatkan konversi secara signifikan.
Kesimpulan
Menjual produk lama dengan cepat tanpa harus mengganti branding memang menantang, tetapi bukan hal yang mustahil. Dengan menerapkan promo yang menarik, memanfaatkan channel alternatif, memperbarui tampilan produk, memaksimalkan testimoni pelanggan, membuat konten yang bernilai, serta menerapkan strategi urgensi dan kelangkaan, Anda dapat menghabiskan stok lama secara efektif tanpa harus merombak identitas brand yang sudah Anda bangun. Semua cara ini fokus pada nilai tambah dan pengalaman positif pelanggan sehingga memperkuat loyalitas dan membuka peluang penjualan baru.
Tertarik dalam dunia bisnis? Gunakan fitur AutoLaris





