Dalam dunia digital marketing, istilah iklan boncos sering menjadi momok bagi para pelaku bisnis online. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika biaya iklan yang dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan hasil yang didapatkan—baik dari sisi penjualan, perolehan leads, maupun tingkat engagement. Ketika hal ini terjadi, pengeluaran iklan menjadi sia-sia dan berdampak langsung pada arus kas bisnis.
Meski sudah menggelontorkan anggaran besar untuk platform seperti Facebook Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan lainnya, hasil yang diharapkan sering kali tidak sesuai harapan. Klik tinggi tapi penjualan rendah, leads banyak tapi tidak berkualitas—semua menjadi ciri khas dari iklan boncos. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? Dan yang lebih penting, bagaimana cara menghindari jebakan ini agar iklan bisa mendatangkan keuntungan?
Penyebab Iklan Boncos yang Sering Terjadi
- Target Audience Tidak Tepat
Salah satu penyebab utama boncos adalah kesalahan dalam menentukan target audiens. Iklan ditayangkan ke orang yang tidak benar-benar membutuhkan atau tertarik pada produk Anda, sehingga klik tinggi tapi konversi rendah. - Copywriting dan Desain Visual Kurang Menarik
Headline tidak memikat, CTA (Call To Action) lemah, atau visual yang membosankan bisa membuat iklan Anda diabaikan. Dalam dunia iklan digital, konten adalah senjata utama. Jika pesan yang disampaikan tidak kuat, audiens tidak akan tergugah untuk bertindak. - Landing Page Tidak Optimal
Banyak iklan gagal menghasilkan penjualan karena halaman arahan (landing page) yang lambat, membingungkan, atau tidak mobile-friendly. Akibatnya, pengunjung yang datang dari iklan langsung pergi tanpa melakukan pembelian. - Produk Tidak Relevan atau Tidak Kompetitif
Iklan bisa jadi sudah bagus, tapi jika produk Anda tidak relevan, terlalu mahal, atau kalah saing dibanding kompetitor, maka penjualan tetap tidak akan terjadi. - Data Tidak Dianalisis
Boncos juga sering terjadi karena pengiklan tidak melakukan evaluasi berdasarkan data. Tanpa membaca metrik seperti CTR (Click-Through Rate), ROAS (Return on Ad Spend), dan cost per conversion, strategi iklan jadi buta arah.
Baca Juga : Penyebab Iklan Boncos di Marketplace Facebook
Solusi dan Strategi untuk Menghindari Iklan Boncos
- Riset Audiens Secara Mendalam
Gunakan data dari pixel, insight media sosial, dan tools riset pasar untuk benar-benar memahami siapa yang menjadi target ideal Anda. Semakin spesifik targeting, semakin besar kemungkinan iklan menghasilkan konversi. - Uji Coba Konten Iklan (A/B Testing)
Jangan hanya menggunakan satu versi iklan. Lakukan A/B testing untuk berbagai elemen seperti headline, gambar, CTA, dan caption. Dari sini, Anda bisa mengetahui mana yang paling efektif. - Optimasi Landing Page
Pastikan halaman arahan Anda cepat diakses, jelas, dan memiliki alur pembelian yang sederhana. Buat user journey yang logis, tanpa gangguan atau keraguan dari sisi calon pembeli. - Gunakan Produk Winning
Fokuskan promosi Anda pada produk yang sudah terbukti laku (winning product). Produk seperti ini memiliki daya tarik pasar yang tinggi dan potensi konversi lebih besar. - Pantau dan Evaluasi Rutin
Selalu pantau performa iklan dan lakukan optimasi secara berkala. Jangan takut untuk mematikan iklan yang tidak perform dan mengalokasikan dana ke iklan yang lebih efektif.
AutoLaris: Solusi Otomatisasi yang Bantu Minimalkan Risiko Iklan Boncos
Menghindari iklan boncos tidak cukup hanya dengan strategi pemasaran yang baik, tetapi juga perlu sistem backend yang solid. Di sinilah AutoLaris hadir sebagai solusi otomatisasi bisnis online yang mendukung efisiensi penjualan dari hulu ke hilir.
Dengan fitur seperti formulir order otomatis, multi pickup, rekomendasi produk winning, WA Bot, serta sistem dropshipping tanpa modal, AutoLaris membantu meminimalkan risiko boncos dengan memastikan setiap klik iklan bisa langsung mengarah ke sistem pemesanan yang cepat, jelas, dan terkonversi.
Selain itu, dukungan sistem logistik pintar dari AutoLaris memungkinkan produk sampai ke tangan konsumen dengan lebih cepat dan efisien. Dana COD cair otomatis, ongkir diskon hingga 40%, dan dashboard pemantauan order yang simpel memastikan bisnis tetap lancar dan cash flow tetap sehat—tanpa mengandalkan marketplace.
Tertarik menggunakan layanan yang dimiliki AutoLaris? daftar sekarang juga!





