Memulai bisnis yang berfokus pada keberlanjutan atau sustainable business kini menjadi pilihan yang semakin populer. Tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, bisnis semacam ini juga memiliki daya tarik tinggi di kalangan konsumen modern yang lebih peduli terhadap dampak sosial dan lingkungan. Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis sustainable, berikut adalah langkah-langkah penting yang bisa kamu ikuti.
1. Memahami Konsep Bisnis Sustainable
Sebelum memulai, penting untuk memahami apa itu bisnis sustainable. Bisnis ini tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Konsep ini sering disebut sebagai triple bottom line, yaitu profit (keuntungan), people (manusia), dan planet (bumi).
Dalam buku The Sustainable MBA karya Giselle Weybrecht, dijelaskan bahwa bisnis sustainable bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
2. Menentukan Ide Bisnis yang Ramah Lingkungan
Langkah berikutnya adalah menentukan ide bisnis yang mendukung keberlanjutan. Beberapa contoh ide bisnis yang bisa kamu pertimbangkan meliputi:
- Produk daur ulang atau berbasis limbah.
- Energi terbarukan seperti panel surya.
- Pakaian berbahan organik atau produk thrift.
- Layanan berbasis komunitas seperti pertanian organik lokal.
Pastikan ide bisnis kamu relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki dampak positif terhadap lingkungan.
3. Menggunakan Material dan Proses Produksi Berkelanjutan
Memulai bisnis sustainable berarti memilih material dan proses produksi yang ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan bahan daur ulang, meminimalkan limbah, atau mengadopsi teknologi hemat energi.
Menurut buku Cradle to Cradle karya Michael Braungart dan William McDonough, desain produk dan proses produksi harus dirancang untuk mendukung siklus hidup yang berkelanjutan. Hal ini mencakup penggunaan material yang dapat didaur ulang sepenuhnya tanpa merusak ekosistem.
4. Menyusun Strategi Bisnis yang Transparan
Konsumen yang peduli lingkungan cenderung mendukung bisnis yang transparan. Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan informasi tentang bagaimana bisnismu mendukung keberlanjutan. Kamu bisa mencantumkan sumber bahan baku, proses produksi, hingga langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi dampak lingkungan.
Dalam buku Let My People Go Surfing karya Yvon Chouinard, pendiri Patagonia, transparansi dan tanggung jawab sosial perusahaan menjadi kunci kesuksesan bisnis berbasis keberlanjutan.
5. Melibatkan Konsumen dalam Gerakan Keberlanjutan
Salah satu cara menarik untuk membangun loyalitas konsumen adalah melibatkan mereka dalam gerakan keberlanjutan. Contohnya adalah program daur ulang, diskon untuk penggunaan kembali kemasan, atau kampanye edukasi tentang gaya hidup ramah lingkungan.
6. Mencari Pendanaan yang Mendukung Bisnis Sustainable
Memulai bisnis sustainable mungkin memerlukan investasi awal yang besar, terutama jika melibatkan teknologi ramah lingkungan. Namun, ada banyak peluang pendanaan yang mendukung bisnis berbasis keberlanjutan, seperti hibah lingkungan, crowdfunding, atau investasi berbasis dampak sosial (impact investment).
7. Memonitor dan Mengevaluasi Dampak Bisnis
Setelah bisnis berjalan, pastikan kamu terus memonitor dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan. Gunakan indikator seperti pengurangan emisi karbon, jumlah limbah yang berhasil didaur ulang, atau dampak positif terhadap komunitas lokal.
Buku The Upcycle karya Michael Braungart menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan dampak positif dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Memulai bisnis sustainable untuk pemula membutuhkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan, keberlanjutan lingkungan, dan dampak sosial. Dengan memahami konsep dasar, memilih ide yang relevan, serta menjalankan strategi yang transparan, kamu dapat menciptakan bisnis yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi planet dan masyarakat.





