Beranda

[Waspada!] 7 Cara Menghindari Penyalahgunaan Data Karyawan oleh AI dan Perusahaan

Bagikan ke

[Waspada!] 7 Cara Menghindari Penyalahgunaan Data Karyawan oleh AI dan Perusahaan AutoLaris

Penyalahgunaan data karyawan adalah ancaman nyata di era digital saat ini. Banyak perusahaan mengumpulkan dan memanfaatkan data karyawan melalui berbagai sistem otomatis—mulai dari absensi digital, pelacakan produktivitas, hingga sistem evaluasi berbasis AI. Jika tidak diawasi dengan ketat, data ini bisa disalahgunakan, baik untuk pengawasan berlebihan, manipulasi keputusan manajerial, atau bahkan dijual ke pihak ketiga tanpa izin.

Di tengah kemajuan teknologi, terutama penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam lingkungan kerja, praktik ini semakin sulit terdeteksi. AI memang menawarkan efisiensi luar biasa dalam hal rekrutmen, pemantauan kinerja, hingga prediksi perilaku karyawan. Tapi di balik segala manfaat itu, risiko pelanggaran privasi semakin besar jika perusahaan tidak menerapkan batasan dan regulasi yang ketat.

Lalu, bagaimana cara kita sebagai pekerja maupun pemilik bisnis bisa melindungi data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh sistem AI dan perusahaan?

Berikut adalah 7 langkah efektif yang wajib Anda ketahui:

1. Pahami Jenis Data yang Dikumpulkan

Langkah pertama adalah mengetahui data karyawan apa saja yang dikumpulkan oleh sistem AI di perusahaan. Ini bisa mencakup data pribadi seperti alamat, nomor KTP, hingga rekam jejak kerja dan komunikasi internal. Menyadari jenis data yang terekam adalah kunci untuk melindungi diri.

Kenapa Ini Penting?

Banyak kasus penyalahgunaan data karyawan berawal dari ketidaktahuan bahwa data mereka sedang dikumpulkan secara terus-menerus dan digunakan di luar batas yang seharusnya. Misalnya:

  • Data performa digunakan untuk secara otomatis menolak promosi tanpa pertimbangan manusia
  • Percakapan informal digunakan untuk menyimpulkan bahwa seseorang “tidak loyal”
  • Lokasi dan waktu kerja digunakan untuk memantau jam kerja secara ekstrem dan menciptakan tekanan mental

Mengetahui data apa saja yang dikumpulkan memberi Anda kendali awal untuk menjaga privasi, serta bekal yang kuat untuk berdiskusi dengan HR atau manajemen tentang kebijakan pengumpulan dan penggunaan data.

2. Minta Transparansi dari Perusahaan

Perusahaan yang sehat akan menyediakan kebijakan privasi yang jelas mengenai penggunaan data karyawan. Jangan ragu untuk meminta penjelasan tentang:

  • Siapa yang memiliki akses ke data Anda?
  • Untuk keperluan apa data itu digunakan?
  • Berapa lama data tersebut akan disimpan?

3. Gunakan Hak atas Data Karyawan

Di beberapa yurisdiksi, Anda berhak untuk:

  • Melihat data Anda
  • Memperbaiki data yang salah
  • Meminta penghapusan data tertentu
    Hak-hak ini perlu dipahami dan digunakan jika diperlukan.

Baca Juga : Memanfaatkan Teknologi AI untuk Optimalisasi Biaya Pengiriman

4. Jangan Asal Klik ‘Setuju’

Ketika bergabung dengan platform atau sistem baru, banyak dari kita langsung meng-klik “Saya setuju” tanpa membaca syarat dan ketentuannya. Padahal, di sinilah biasanya tersimpan persetujuan atas penggunaan data karyawan secara luas, bahkan untuk keperluan komersial. Luangkan waktu untuk membaca kebijakan privasi.

5. Gunakan Sistem yang Terverifikasi dan Transparan

Pilihlah perusahaan yang menggunakan sistem dengan sertifikasi keamanan data dan transparansi tinggi. Jika Anda adalah pemilik bisnis, pastikan vendor teknologi yang digunakan mematuhi standar perlindungan data seperti ISO 27001 atau GDPR (General Data Protection Regulation).

6. Edukasi Internal secara Berkala

Edukasi kepada tim tentang pentingnya keamanan data harus dilakukan secara rutin. Pelatihan sederhana seperti mengenali phishing, penggunaan password yang aman, hingga cara melaporkan pelanggaran privasi sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.

7. Pilih Mitra Teknologi yang Bertanggung Jawab

Salah satu langkah paling krusial adalah bekerja sama dengan platform yang tidak hanya mengedepankan efisiensi, tapi juga keamanan data karyawan. Di sinilah AutoLaris hadir sebagai solusi teknologi untuk bisnis online Anda.


AutoLaris: Teknologi Andal Tanpa Mengorbankan Privasi

AutoLaris adalah platform otomasi bisnis online yang mengintegrasikan berbagai fitur penjualan—mulai dari formulir order, multi pickup, hingga WhatsApp bot otomatis. Tapi yang membuat AutoLaris berbeda adalah komitmennya terhadap keamanan dan transparansi data.

Beberapa keunggulan AutoLaris yang mendukung perlindungan data:

  • Pemilihan ekspedisi dengan rekomendasi AI untuk meminimalkan retur dan memastikan data pengiriman tidak tersebar.
  • Dashboard internal dengan kontrol penuh dari seller, tanpa membebani buyer dengan data yang tidak relevan.
  • Tidak menyimpan data sensitif secara berlebihan, hanya data yang diperlukan untuk kelancaran pengiriman.
  • Otomatisasi dana COD dan fitur tarik saldo tanpa harus melalui proses manual yang berisiko.

Dengan teknologi all-in-one yang dikembangkan berdasarkan pengalaman langsung dari seller dan kolaborasi dengan ekspedisi top di Indonesia, AutoLaris bukan hanya sekadar alat bantu jualan, tapi juga mitra terpercaya yang menghargai keamanan informasi Anda.

Tertarik dengan layanan AutoLaris? Daftar Sekarang Juga!

Bagikan ke