Beranda

Tren TikTok Kok Mirip Iklan? Ternyata Emang Dibikin!

Bagikan ke

Tren TikTok Kok Mirip Iklan Ternyata Emang Dibikin! AutoLaris

Tren TikTok yang sedang naik daun sering kali bikin penonton bingung: ini konten hiburan atau iklan? Kalau kamu pengguna aktif, pasti pernah nonton video yang awalnya santai dan relatable, tapi ujung-ujungnya jualan juga. Banyak video seperti ini sengaja dibuat mengikuti tren TikTok, agar promosi terasa lebih natural dan tidak memaksa. Di era digital, batas antara hiburan dan promosi makin tipis, terutama saat tren TikTok dimanfaatkan kreator dan pebisnis untuk menyelipkan iklan secara halus dalam konten yang viral.

Iklan Tapi Nggak Terlihat Seperti Iklan

Tren TikTok kini menunjukkan pergeseran dari iklan konvensional yang biasanya to the point dan hard sell, menuju pendekatan yang lebih halus melalui soft marketing. Konten-konten promosi disamarkan dalam bentuk cerita sehari-hari, drama pendek, tutorial, atau review jujur yang dikemas secara kasual dan spontan, sehingga terasa lebih natural dan relatable bagi penonton.

Contoh paling umum:

  • “Unboxing barang random dari toko favorit di TikTok Shop”
  • “Coba-coba serum viral, hasilnya beneran glowing nggak sih?”
  • “Aku kerja dari rumah tapi penghasilan nambah, ini rahasianya…”

Tanpa sadar, penonton terbawa cerita dan mulai percaya pada produk yang ditampilkan. Teknik ini berhasil karena menyentuh aspek psikologi konsumen: percaya pada hal yang tampak nyata, tidak terasa dipaksa, dan memiliki sisi emosional.

Kenapa Strategi Ini Efektif di TikTok?

1. Algoritma TikTok Dukung Konten Organik

Algoritma TikTok secara aktif mendukung konten yang relatable dan otentik untuk muncul di FYP, sehingga tak heran jika banyak tren TikTok yang justru berasal dari video sederhana namun terasa dekat dengan keseharian penonton. Dalam konteks ini, konten promosi yang disamarkan sebagai hiburan menjadi bagian dari tren TikTok yang lebih mudah mendapatkan engagement tinggi dibandingkan iklan yang disajikan secara terang-terangan.

2. Konsumen Lebih Suka Cerita daripada Promosi

Pengguna TikTok, khususnya Gen Z dan milenial, cenderung alergi dengan iklan yang terasa terlalu “jualan”. Mereka lebih menyukai storytelling: cerita lucu, pengalaman pribadi, atau hal-hal yang “terasa dekat”.

3. Biaya Lebih Efisien, Hasil Lebih Maksimal

Dengan modal kamera HP dan kreativitas, bisnis kecil pun bisa menjangkau ribuan orang. Iklan model ini tidak membutuhkan biaya besar, tapi hasilnya bisa jauh lebih efektif karena engagement tinggi dan trust yang dibangun dari kejujuran konten.

Baca Juga : 5 Strategi Marketing Lewat Tiktok yang Patut Dicoba

Cara Membuat Konten Promosi yang Nyamar Jadi Tren

Kalau kamu pelaku usaha yang ingin terjun ke TikTok, berikut beberapa tips agar konten promosi kamu tetap laris, meski tak terasa seperti iklan:

1. Gabung Tren Tiktok, Tapi Tambahkan Produkmu

Ikuti audio viral atau format video yang sedang tren, lalu selipkan produkmu secara halus di dalam cerita.

2. Gunakan Format Storytelling

Alih-alih bilang “produk ini bagus”, lebih baik tampilkan pengalaman menggunakan produk tersebut. Misalnya, “Awalnya saya ragu beli ini, tapi ternyata…”

3. Gunakan Influencer Mikro atau Nano

Mereka terlihat lebih jujur dan dekat dengan audiens. Hasilnya? Lebih dipercaya.

4. Fokus pada Manfaat, Bukan Spesifikasi

Tampilkan bagaimana produk kamu bisa menyelesaikan masalah sehari-hari, bukan hanya deretan fitur.

5. Ajak Interaksi

Akhiri video dengan pertanyaan atau ajakan komentar agar engagement meningkat dan algoritma makin senang.

Branding Halus Tapi Efektif

Meskipun mengikuti tren TikTok yang terlihat santai dan seolah tanpa “jualan”, konten promosi semacam ini tetap memerlukan perencanaan matang dan branding yang konsisten agar tetap mencerminkan karakter brand—apakah fun, profesional, hangat, atau edgy. Namun, viralnya sebuah konten tidak akan berarti tanpa sistem bisnis yang rapi di balik layar, karena percuma terus muncul di FYP jika pesanan tidak bisa ditangani dengan baik.

AutoLaris: Dukung Bisnis Kamu dari Viral hingga Kirim Barang

Kalau kamu ingin bisnis TikTok-mu nggak cuma ramai di FYP tapi juga lancar urusan order dan pengiriman, AutoLaris bisa jadi partner yang kamu cari. AutoLaris adalah platform all-in-one untuk mendukung bisnis online dan dropship lokal, yang memungkinkan kamu fokus di konten tanpa pusing urusan backend.

Dengan fitur-fitur seperti:

  • Formulir order dan landing page profesional
  • WA Bot otomatis untuk follow-up pelanggan
  • Pengiriman multi ekspedisi & diskon ongkir hingga 40%
  • Gratis biaya gudang dan retur
  • COD langsung cair tanpa delay
  • Sistem dropship tanpa modal, cocok untuk pemula

AutoLaris membantu kamu menyambungkan antara konten viral dan sistem penjualan yang profesional, sehingga pelanggan puas dan bisnis kamu bisa scale up.

Kesimpulan

Tren TikTok yang mirip konten biasa tapi ternyata iklan bukanlah kebetulan. Itu strategi yang memang dibuat dengan sengaja—karena terbukti efektif dan disukai pasar. Konten yang menyamar jadi tren ini mampu menjual tanpa terasa menjual, membangun kepercayaan, dan membentuk loyalitas.

Tapi ingat, konten yang bagus harus didukung sistem bisnis yang rapi. Dengan AutoLaris, kamu bisa menjalankan keduanya: tampil profesional di depan kamera, dan tetap efisien di balik layar.

Yuk, mulai ubah konten jadi omzet bareng AutoLaris sekarang juga!

Bagikan ke