Memposting iklan di media sosial memang langkah penting dalam strategi pemasaran digital. Namun, pekerjaan Anda sesungguhnya baru saja dimulai saat tombol ‘post’ ditekan. Periode setelah iklan Anda tayang adalah fase krusial yang seringkali menentukan apakah kampanye Anda akan meledak dan mendatangkan hasil yang diinginkan, atau justru layu dan menghabiskan anggaran tanpa dampak signifikan. Banyak pelaku bisnis atau pemasar fokus pada pembuatan iklan yang menarik, tapi lupa bahwa penanganan pasca-iklan sama vitalnya. Mengabaikan fase ini bisa berujung pada performa iklan yang kurang optimal, penargetan yang meleset, bahkan pemborosan dana.
Untuk memastikan investasi iklan media sosial Anda tidak sia-sia dan memberikan ROI (Return on Investment) yang maksimal, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah tepat yang wajib dilakukan (Do’s) serta hal-hal pantang yang harus dihindari (Don’ts) setelah iklan Anda mengudara. Artikel ini akan mengupas tuntas panduan penting tersebut agar Anda bisa mengelola iklan pasca-posting dengan cerdas dan efektif.
Hal yang Wajib Dilakukan (Do’s) Setelah Iklan Tayang
Setelah iklan Anda berhasil ditayangkan, inilah saatnya untuk beralih ke mode pemantauan aktif dan proaktif. Langkah-langkah berikut sangat krusial untuk memastikan iklan berjalan sesuai harapan dan memberikan hasil terbaik:
- Pantau & Analisis Performa Iklan Secara Rutin
- Penjelasan: Jangan pernah meninggalkan iklan Anda berjalan tanpa diawasi. Platform media sosial menyediakan dasbor analitik (seperti Facebook Ads Manager, Instagram Insights, LinkedIn Campaign Manager, dll.) yang kaya data. Pantau metrik-metrik kunci seperti Click-Through Rate (CTR), Cost Per Click (CPC), Cost Per Acquisition (CPA) atau Cost Per Conversion, Reach, Impressions, Frequency, dan tentu saja, jumlah konversi (pembelian, pendaftaran, unduhan, dll.).
- Mengapa Penting: Pemantauan rutin memungkinkan Anda mendeteksi masalah sejak dini (misalnya CTR rendah menandakan iklan tidak menarik, frekuensi tinggi menandakan kejenuhan audiens), mengidentifikasi tren (iklan mana yang performanya bagus, audiens mana yang paling responsif), dan memahami bagaimana audiens bereaksi terhadap iklan Anda. Analisis data ini menjadi dasar untuk semua keputusan optimasi selanjutnya.
- Cara Melakukan: Alokasikan waktu setiap hari atau beberapa kali seminggu (tergantung skala kampanye) untuk memeriksa dasbor iklan Anda. Buat laporan singkat mingguan untuk melacak progres dan mengidentifikasi pola jangka panjang.
- Aktif Berinteraksi dengan Audiens
- Penjelasan: Iklan di media sosial seringkali menimbulkan komentar, pertanyaan, atau bahkan kritik. Jangan pernah mengabaikannya. Balas setiap komentar atau pesan masuk yang relevan secepat mungkin, baik itu pertanyaan teknis, pujian, atau keluhan.
- Mengapa Penting: Interaksi menunjukkan bahwa brand Anda peduli dan responsif. Ini membangun kepercayaan dan komunitas di sekitar brand Anda. Respon cepat terhadap pertanyaan bisa mengubah minat menjadi penjualan. Menangani kritik dengan profesionalisme bisa meredam situasi dan menunjukkan tanggung jawab. Mengabaikan interaksi bisa membuat audiens merasa diabaikan dan merusak reputasi brand.
- Cara Melakukan: Siapkan tim atau individu yang bertanggung jawab memantau bagian komentar iklan dan inbox halaman Anda. Buat panduan respons cepat untuk pertanyaan umum atau skenario tertentu. Pastikan respons Anda ramah, informatif, dan sesuai dengan persona brand Anda.
- Lakukan Optimasi Berkelanjutan
- Penjelasan: Berdasarkan data yang Anda pantau, lakukan penyesuaian pada iklan untuk meningkatkan performanya. Ini bisa berupa:
- Penyesuaian Anggaran: Alokasikan lebih banyak anggaran ke set iklan atau audiens yang performanya terbaik, dan kurangi anggaran pada yang kurang optimal.
- Penyesuaian Penargetan: Kecualikan audiens yang jelas-jelas tidak berkonversi, perluas audiens serupa (Lookalike Audience) yang terbukti responsif, atau perbaiki kriteria demografis/minat jika data menunjukkan ketidaksesuaian.
- Perbaikan Kreatif/Copy: Jika data menunjukkan CTR rendah, mungkin visual atau teks iklan perlu diuji coba ulang.
- Penempatan Iklan: Jika satu penempatan (misalnya Stories) performanya jauh lebih baik dari yang lain (misalnya Feed), pertimbangkan fokus pada penempatan yang efektif.
- Mengapa Penting: Optimasi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi iklan. Daripada membiarkan iklan yang kurang performa menghabiskan uang, Anda bisa mengalihkan sumber daya ke area yang memberikan hasil lebih baik. Ini memaksimalkan ROI Anda.
- Cara Melakukan: Gunakan data dari dasbor analitik untuk menginformasikan keputusan Anda. Jangan melakukan perubahan drastis secara bersamaan. Lakukan satu atau dua perubahan pada satu waktu agar Anda bisa mengisolasi efek dari perubahan tersebut.
- Penjelasan: Berdasarkan data yang Anda pantau, lakukan penyesuaian pada iklan untuk meningkatkan performanya. Ini bisa berupa:
- Manfaatkan A/B Testing (Split Testing)
- Penjelasan: Jika Anda ingin benar-benar mengetahui elemen mana yang paling efektif dalam iklan Anda, lakukan A/B testing. Ini melibatkan pembuatan dua atau lebih variasi iklan yang hanya berbeda pada satu elemen kunci (misalnya, judul yang berbeda, gambar yang berbeda, Call-to-Action yang berbeda) dan menayangkannya secara bersamaan kepada audiens yang serupa.
- Mengapa Penting: A/B testing memberikan data objektif tentang preferensi audiens dan elemen iklan mana yang mendorong respons terbaik. Ini menghilangkan asumsi dan memungkinkan Anda membuat keputusan berbasis bukti untuk kampanye mendatang atau untuk mengganti elemen pada iklan yang sedang berjalan.
- Cara Melakukan: Gunakan fitur A/B testing yang disediakan platform iklan media sosial. Tentukan satu variabel yang ingin diuji, tentukan durasi uji coba yang cukup lama untuk mendapatkan data signifikan, dan jalankan tes. Analisis hasilnya untuk menentukan variasi mana yang menjadi pemenang.
- Pastikan Pengukuran & Pelacakan Konversi Akurat
- Penjelasan: Tujuan utama banyak iklan adalah konversi (penjualan, lead, dll.). Pastikan piksel pelacakan (seperti Piksel Meta, Tag Insight LinkedIn) atau tracking code lainnya terpasang dengan benar di situs web atau landing page Anda, dan bahwa peristiwa konversi (misalnya ‘Pembelian Selesai’, ‘Lead Submit’) terlacak dengan akurat.
- Mengapa Penting: Tanpa pelacakan konversi yang akurat, Anda tidak akan tahu apakah iklan Anda benar-benar menghasilkan tujuan bisnis yang Anda inginkan. Anda hanya akan melihat metrik engagement (klik, tayangan) tetapi tidak tahu dampaknya pada bottom line. Data konversi yang akurat sangat penting untuk menghitung ROI dan membuat keputusan optimasi yang tepat.
- Cara Melakukan: Sebelum atau segera setelah iklan tayang, periksa kembali pengaturan pelacakan konversi Anda di platform iklan dan di situs web Anda. Lakukan tes konversi manual (misalnya, lakukan pembelian sendiri) untuk memastikan peristiwa konversi terlacak dengan benar di dasbor iklan.
Hal yang Pantang Dilakukan (Don’ts) Setelah Iklan Tayang
Sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan, Anda juga perlu tahu apa yang harus dihindari. Kesalahan pasca-posting iklan bisa merugikan dan menggagalkan upaya Anda:
- ‘Set It and Forget It’
- Penjelasan: Ini adalah kesalahan paling umum. Setelah iklan diposting, banyak yang merasa lega dan menganggap tugas selesai. Mereka membiarkan iklan berjalan begitu saja tanpa pemantauan atau interaksi.
- Mengapa Pantang Dilakukan: Iklan media sosial bersifat dinamis. Kinerja bisa menurun seiring waktu (kejenuhan audiens), biaya bisa meningkat, atau kompetitor meluncurkan kampanye baru. Dengan membiarkannya begitu saja, Anda kehilangan peluang untuk mengoptimalkan anggaran, merespons audiens, atau memperbaiki masalah yang muncul. Ini bisa menyebabkan pemborosan besar.
- Konsekuensi: Anggaran habis tanpa hasil optimal, ROI rendah, audiens merasa diabaikan, kehilangan potensi penjualan.
- Mengabaikan Komentar atau Pesan Masuk
- Penjelasan: Seperti yang disebutkan di bagian Do’s, mengabaikan interaksi audiens adalah kesalahan fatal. Baik itu pertanyaan, pujian, keluhan, atau bahkan spam (yang perlu dihapus), tidak merespons adalah tanda brand yang tidak aktif dan tidak peduli.
- Mengapa Pantang Dilakukan: Media sosial adalah platform dua arah. Audiens berharap ada respons. Mengabaikan mereka merusak reputasi brand, mengurangi kepercayaan, dan bisa membuat orang lain ragu untuk berinteraksi di masa depan.
- Konsekuensi: Reputasi brand buruk, kehilangan kepercayaan audiens, hilangnya kesempatan untuk layanan pelanggan dan penjualan, komentar negatif atau spam menumpuk dan terlihat buruk.
- Membuat Keputusan Drastis Tanpa Data yang Cukup
- Penjelasan: Melihat performa yang sedikit di bawah ekspektasi dalam beberapa jam pertama atau satu hari membuat panik dan langsung mengubah banyak hal sekaligus (mengganti audiens, mengubah anggaran besar-besaran, mengganti total kreatif).
- Mengapa Pantang Dilakukan: Data dari jam-jam pertama atau hari pertama seringkali belum representatif. Algoritma platform membutuhkan waktu untuk belajar dan menemukan audiens terbaik. Membuat perubahan besar tanpa data yang signifikan menyulitkan Anda mengetahui perubahan mana yang berdampak (positif atau negatif) dan bisa mengganggu proses pembelajaran algoritma.
- Konsekuensi: Keputusan yang salah karena data tidak akurat, tidak tahu perubahan mana yang berhasil, potensi memperburuk performa iklan. Beri waktu iklan Anda berjalan (minimal 24-48 jam, atau lebih lama untuk audiens kecil) sebelum membuat perubahan besar.
- Mengabaikan Umpan Balik Negatif
- Penjelasan: Mendapatkan komentar negatif memang tidak menyenangkan, tetapi mengabaikannya, menyembunyikannya (kecuali spam atau melanggar aturan), atau menghapusnya tanpa alasan yang jelas (dan tanpa merespons) adalah kesalahan.
- Mengapa Pantang Dilakukan: Umpan balik negatif bisa menjadi sumber wawasan berharga tentang kekurangan produk, layanan, atau bahkan kejelasan iklan itu sendiri. Menanganinya secara profesional di depan publik menunjukkan transparansi dan komitmen pada kepuasan pelanggan, yang justru bisa meningkatkan kepercayaan. Mengabaikan atau menghapus secara sembunyi-sembunyi bisa membuat orang lain marah dan menuduh Anda tidak transparan.
- Konsekuensi: Kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri, reputasi brand bisa rusak jika penanganan buruk diketahui publik, dianggap tidak profesional atau tidak peduli.
Baca Juga: Gangguan Algoritma Media Sosial: Ketika Engagement Turun Tanpa Peringatan
Kesimpulan
Memposting iklan di media sosial hanyalah garis start, bukan garis finis. Keberhasilan kampanye Anda sangat bergantung pada bagaimana Anda mengelola iklan di periode pasca-posting. Dengan secara aktif memantau performa, menganalisis data, berinteraksi dengan audiens, melakukan optimasi berdasarkan bukti, dan menghindari kesalahan-kesalahan umum seperti membiarkan iklan berjalan tanpa pengawasan atau mengabaikan interaksi, Anda menempatkan diri pada posisi terbaik untuk mencapai tujuan pemasaran Anda.
Jadi, setelah tombol ‘publish’ ditekan, bersiaplah untuk mengambil peran aktif sebagai manajer kampanye. Implementasikan Do’s dan hindari Don’ts ini, dan saksikan investasi iklan media sosial Anda membuahkan hasil yang maksimal.
Butuh platform yang membantu Anda untuk menjual produk fisik dan digital dengan mudah, serta mengelola pesanan COD dan non-COD secara efisien, dan memudahkan Anda untuk menjangkau pelanggan? AutoLaris hadir sebagai solusi all-in-one untuk para seller dan content creator yang ingin mengembangkan bisnis mereka tanpa batas. Dengan fitur-fitur canggih seperti landing page kustom, formulir order tanpa batas, dan dukungan tim 24/7, AutoLaris siap menjadi mitra pertumbuhan bisnis Anda.





