Memulai bisnis online adalah langkah yang menjanjikan, tetapi tanpa perencanaan keuangan yang tepat, usaha ini dapat menghadapi risiko kegagalan. Menyusun anggaran yang efektif adalah kunci untuk memastikan bisnis tetap berjalan lancar dan tumbuh sesuai harapan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu terapkan untuk membuat anggaran bisnis online, terutama bagi pemula.
1. Tentukan Tujuan Keuangan Bisnis
Langkah pertama adalah memahami tujuan bisnismu. Apakah bisnis ini hanya untuk menghasilkan pendapatan tambahan atau kamu berencana menjadikannya sumber penghasilan utama? Tujuan ini akan memengaruhi bagaimana anggaran disusun, terutama dalam alokasi biaya pemasaran, operasional, dan pengembangan.
Contohnya, jika fokusmu adalah meningkatkan penjualan, alokasikan sebagian besar anggaran untuk iklan digital atau promosi di media sosial.
2. Identifikasi Sumber Pendapatan
Untuk bisnis online, sumber pendapatan bisa berasal dari berbagai saluran, seperti penjualan produk di e-commerce, pemasukan dari dropshipping, atau bahkan iklan di situs web. Identifikasi semua potensi pendapatan yang kamu miliki dan gunakan angka realistis sebagai proyeksi awal.
Dengan memetakan sumber pendapatan, kamu bisa memperkirakan seberapa besar anggaran yang dapat digunakan untuk operasional dan pengembangan.
3. Catat Semua Pengeluaran
Salah satu kesalahan umum dalam menyusun anggaran adalah melupakan pengeluaran kecil yang jika diakumulasikan bisa menjadi besar. Berikut adalah beberapa contoh pengeluaran yang harus diperhatikan dalam bisnis online:
- Biaya tetap: Hosting situs web, domain, dan langganan tools seperti email marketing software.
- Biaya variabel: Iklan digital (paid ads), biaya pengiriman, dan pembelian stok barang.
- Biaya tak terduga: Kehilangan barang saat pengiriman, pengembalian barang, atau penurunan performa iklan.
Penting untuk memisahkan pengeluaran tetap dan variabel agar kamu dapat menyesuaikan anggaran ketika pendapatan tidak mencapai target.
4. Gunakan Perangkat atau Aplikasi Keuangan
Untuk mempermudah pengelolaan anggaran, kamu dapat menggunakan aplikasi seperti QuickBooks, Xero, atau aplikasi keuangan lokal yang mudah digunakan. Alat ini membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara otomatis, sehingga kamu memiliki gambaran jelas tentang kondisi keuangan bisnis.
Menggunakan perangkat semacam ini juga dapat membantu kamu membuat laporan keuangan bulanan, yang sangat penting untuk evaluasi bisnis.
5. Alokasikan Dana untuk Pemasaran Digital
Pemasaran digital adalah elemen vital dalam bisnis online. Namun, tanpa anggaran yang jelas, kamu bisa menghabiskan terlalu banyak uang tanpa hasil yang optimal. Berikut beberapa strategi pengalokasian dana pemasaran:
- Fokus pada platform yang memberikan hasil terbaik, seperti Instagram Ads, Google Ads, atau TikTok Ads.
- Tentukan anggaran harian atau mingguan untuk iklan berbayar.
- Alokasikan sebagian kecil anggaran untuk influencer marketing jika produkmu cocok dengan audiens mereka.
6. Sisihkan Dana Darurat
Tidak semua bisnis online langsung mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran selama beberapa bulan pertama. Biasanya, dana darurat sebesar 3–6 bulan dari total biaya operasional sangat disarankan.
7. Evaluasi dan Revisi Anggaran Secara Berkala
Bisnis online sering kali menghadapi perubahan, baik dalam kebutuhan pelanggan maupun tren pasar. Oleh karena itu, anggaran yang sudah disusun harus dievaluasi secara berkala, misalnya setiap bulan atau kuartal.
Identifikasi area yang membutuhkan peningkatan, seperti peningkatan anggaran pemasaran jika hasil penjualan masih kurang, atau pengurangan biaya yang tidak produktif.
Kesimpulan
Menyusun anggaran untuk bisnis online adalah langkah penting yang harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan menentukan tujuan, mencatat pengeluaran, dan menggunakan alat pendukung, kamu dapat mengelola keuangan bisnis dengan lebih efektif. Evaluasi secara rutin juga menjadi kunci untuk memastikan anggaran tetap relevan dengan kebutuhan bisnis.





