Beranda

Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Beriklan Secara Online

Bagikan ke

Beriklan secara online telah menjadi bagian integral dari strategi pemasaran di era digital. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, platform seperti Google Ads, Facebook, Instagram, dan TikTok menyediakan peluang luas bagi bisnis untuk menjangkau audiens mereka. Namun, meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, banyak pengiklan yang masih melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat merugikan kampanye mereka. Kesalahan ini tidak hanya menghabiskan anggaran iklan, tetapi juga menghalangi bisnis untuk mendapatkan hasil maksimal dari iklan online mereka.

Berikut adalah lima kesalahan umum yang harus dihindari oleh pengiklan saat menjalankan kampanye online mereka:

1. Tidak Menentukan Tujuan yang Jelas dan Terukur

Menentukan tujuan yang jelas adalah langkah pertama yang sangat penting dalam beriklan online. Tanpa tujuan yang spesifik, kampanye iklan Anda akan kehilangan arah dan sulit untuk mengukur keberhasilannya. Banyak bisnis yang hanya fokus pada ‘menjual produk’ tanpa merinci tujuan iklan mereka. Tujuan yang jelas akan membantu Anda mengatur strategi iklan, memilih audiens yang tepat, serta mengukur keberhasilan kampanye.

Untuk membuat tujuan yang efektif, gunakan metode SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan, tentukan berapa banyak penjualan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu, serta berapa banyak anggaran yang dapat Anda alokasikan untuk mencapai tujuan tersebut. Apakah tujuannya untuk meningkatkan brand awareness, mendapatkan lebih banyak klik, atau mendorong pembelian langsung? Tanpa menetapkan tujuan yang jelas, Anda tidak akan tahu apakah iklan Anda berhasil atau tidak.

2. Target Audiens yang Tidak Tepat

Salah satu kesalahan terbesar dalam beriklan online adalah menargetkan audiens yang tidak tepat. Banyak pengiklan yang tergoda untuk menjangkau sebanyak mungkin orang, tanpa mempertimbangkan relevansi audiens tersebut terhadap produk atau layanan yang mereka tawarkan. Misalnya, jika Anda menjual produk perawatan kulit untuk remaja, menargetkan orang-orang yang lebih tua atau tidak tertarik pada kecantikan dan perawatan diri akan mengurangi efektivitas kampanye Anda.

Platform iklan digital seperti Facebook, Instagram, dan Google Ads menawarkan berbagai alat untuk menargetkan audiens berdasarkan demografi, lokasi, perilaku, dan minat. Gunakan data ini untuk mempersempit audiens dan pastikan iklan Anda hanya dilihat oleh orang-orang yang kemungkinan besar tertarik pada produk atau layanan Anda. Penting juga untuk memahami audiens Anda dengan mendalam, seperti usia, jenis kelamin, preferensi, dan kebiasaan pembelian mereka, agar dapat membuat pesan iklan yang lebih relevan dan personal.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, lakukan riset pasar terlebih dahulu. Buat buyer persona yang menggambarkan pelanggan ideal Anda dan gunakan data tersebut untuk menentukan siapa yang paling membutuhkan produk Anda. Jangan ragu untuk menguji beberapa audiens dalam iklan yang berbeda untuk mengetahui audiens mana yang memberikan respons terbaik.

3. Mengabaikan Pengujian A/B

Banyak pengiklan yang merasa nyaman dengan satu jenis iklan dan tidak melakukan uji coba untuk melihat elemen mana yang bekerja lebih baik. Padahal, pengujian A/B adalah metode yang sangat penting dalam beriklan online untuk mengidentifikasi kombinasi iklan yang paling efektif. Pengujian A/B melibatkan pembuatan dua atau lebih versi iklan yang sedikit berbeda (misalnya, judul, gambar, atau tombol ajakan) untuk melihat mana yang memberikan hasil terbaik dalam hal konversi, klik, atau keterlibatan.

Tanpa pengujian A/B, Anda tidak akan tahu apakah elemen iklan tertentu – seperti pesan atau desain visual – lebih menarik bagi audiens Anda. Setiap audiens memiliki preferensi yang berbeda, dan apa yang bekerja untuk satu grup belum tentu berhasil untuk grup lainnya. Oleh karena itu, lakukan eksperimen terus-menerus dengan iklan Anda untuk mengetahui apa yang paling efektif.

Misalnya, Anda dapat menguji dua versi iklan dengan salinan yang berbeda (seperti ajakan yang lebih kuat atau penawaran diskon) atau dengan gambar yang berbeda untuk melihat mana yang menghasilkan lebih banyak klik. Jangan hanya mengandalkan insting atau desain yang terlihat bagus – data adalah kunci untuk menciptakan iklan yang sukses.

4. Mengabaikan Pengoptimalan untuk Perangkat Mobile

Dengan lebih dari 50% pengguna internet yang mengaksesnya melalui perangkat mobile, mengabaikan pengoptimalan iklan untuk smartphone adalah kesalahan yang sangat besar. Banyak pengiklan masih membuat iklan yang hanya dioptimalkan untuk desktop, padahal pengguna mobile memiliki perilaku yang berbeda. Di perangkat mobile, audiens lebih suka melihat iklan yang sederhana, cepat dimuat, dan responsif.

Pastikan iklan Anda memiliki desain yang responsif, yang berarti iklan tersebut harus tampil dengan baik di layar ponsel maupun desktop. Ini termasuk ukuran gambar yang sesuai, teks yang mudah dibaca, dan tombol CTA (Call-to-Action) yang mudah diklik. Jangan lupa untuk memastikan bahwa halaman arahan (landing page) Anda juga dioptimalkan untuk perangkat mobile. Halaman yang tidak responsif atau lambat dimuat dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs Anda, bahkan jika mereka tertarik dengan iklan Anda.

Selain itu, di perangkat mobile, audiens cenderung lebih cepat untuk berinteraksi dengan iklan dan membuat keputusan pembelian. Oleh karena itu, pastikan proses konversi, seperti pembelian atau pendaftaran, mudah dilakukan di perangkat mobile. Mengabaikan elemen-elemen ini dapat mengurangi efektivitas kampanye iklan Anda.

5. Tidak Memantau dan Menganalisis Kinerja Iklan Secara Rutin

Kampanye iklan yang sukses memerlukan pemantauan yang terus-menerus dan analisis mendalam. Banyak pengiklan yang meluncurkan kampanye dan kemudian melupakan iklan mereka setelah beberapa hari. Padahal, untuk memastikan iklan Anda tetap relevan dan efektif, Anda harus memantau kinerja kampanye secara rutin.

Gunakan alat analitik yang disediakan oleh platform iklan untuk melacak berbagai metrik, seperti Click-Through Rate (CTR), Cost Per Click (CPC), konversi, dan Return on Investment (ROI). Dengan menganalisis data ini, Anda dapat melihat apakah iklan Anda mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memutuskan apakah perlu dilakukan perubahan. Misalnya, jika Anda melihat bahwa iklan Anda mendapatkan banyak klik tetapi sedikit konversi, mungkin Anda perlu menyesuaikan halaman arahan atau meningkatkan pesan iklan agar lebih persuasif.

Selain itu, iklan digital memberikan fleksibilitas untuk mengubah atau mengoptimalkan kampanye secara langsung. Jika Anda melihat bahwa audiens tertentu lebih responsif atau satu salinan iklan lebih efektif, Anda dapat segera membuat penyesuaian untuk meningkatkan hasil. Jangan biarkan kampanye berjalan tanpa pemantauan yang memadai, karena peluang untuk meningkatkan kinerja selalu ada.

Kesimpulan

Beriklan secara online adalah proses yang sangat dinamis, dan untuk meraih kesuksesan, penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan oleh pengiklan. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, menargetkan audiens yang tepat, melakukan pengujian A/B, mengoptimalkan iklan untuk perangkat mobile, dan terus memantau serta menganalisis kinerja kampanye, Anda akan mampu memaksimalkan anggaran iklan dan mencapai hasil yang diinginkan. Dengan pendekatan yang tepat, beriklan online bisa menjadi strategi pemasaran yang sangat efektif dan menguntungkan bagi bisnis Anda.

Bagikan ke