Beranda

5 Kesalahan Umum dalam TikTok Ads dan Cara Menghindarinya

Bagikan ke

TikTok adalah platform yang berkembang pesat dan telah menjadi salah satu media efektif untuk pemasaran digital. Dengan audiens yang didominasi oleh Generasi Z dan Milenial, peluang besar terbuka bagi merek untuk memperluas jangkauan mereka. Namun, tanpa strategi yang tepat, iklan di TikTok dapat dengan mudah gagal. Berikut adalah lima kesalahan umum yang sering dilakukan dalam TikTok Ads dan cara menghindarinya.

1. Tidak Memahami Audiens

Kesalahan:
Tidak mengenal audiens target dengan baik adalah salah satu alasan utama kegagalan kampanye iklan. Tanpa pemahaman tentang demografi, preferensi, atau kebutuhan audiens, iklan kamu tidak akan efektif.

Cara Menghindarinya:
Lakukan riset mendalam tentang audiens target. Gunakan alat analitik atau survei untuk memahami karakteristik mereka. Buku Marketing to Gen Z oleh Jeff Fromm dan Angie Read menyebutkan bahwa Gen Z lebih menghargai pengalaman yang dipersonalisasi daripada iklan generik.

2. Mengabaikan Tren di TikTok

Kesalahan:
TikTok adalah platform yang cepat berubah, dan tren memainkan peran besar dalam konten yang sukses. Mengabaikan tren akan membuat iklan kamu kurang menarik dan relevan.

Cara Menghindarinya:
Ikuti tren yang sedang populer di TikTok, baik itu tantangan, musik, atau efek visual. Dalam buku TikTok Boom oleh Chris Stokel-Walker, disebutkan bahwa keberhasilan di TikTok sering kali bergantung pada kemampuan untuk mengikuti dan memanfaatkan tren.

3. Konten yang Terlalu Formal atau Terlihat Seperti Iklan

Kesalahan:
Pengguna TikTok cenderung mengabaikan konten yang terlalu formal atau terlihat jelas sebagai iklan. Konten seperti ini sering dianggap mengganggu dan tidak menarik.

Cara Menghindarinya:
Ciptakan iklan yang terasa autentik dan menyatu dengan konten lain di TikTok. Buku Content Inc. oleh Joe Pulizzi menekankan pentingnya membuat konten yang organik untuk menarik perhatian audiens.

4. Tidak Memanfaatkan Call-to-Action (CTA) dengan Baik

Kesalahan:
Banyak merek gagal memberikan arahan yang jelas kepada pengguna setelah menonton iklan. Tanpa CTA yang efektif, pengguna mungkin tidak mengambil tindakan apa pun.

Cara Menghindarinya:
Sertakan CTA yang kuat dan sesuai dengan tujuan kampanye, seperti “Kunjungi situs kami,” “Pelajari lebih lanjut,” atau “Coba sekarang!” Dalam The Copywriter’s Handbook oleh Robert Bly, disebutkan bahwa CTA adalah elemen penting yang dapat meningkatkan respons audiens terhadap iklan.

5. Mengabaikan Analisis dan Pengoptimalan

Kesalahan:
Banyak merek meluncurkan iklan tanpa memantau hasilnya secara berkala. Tanpa analisis yang tepat, sulit untuk mengetahui apakah iklan kamu berhasil atau tidak.

Cara Menghindarinya:
Gunakan data untuk terus meningkatkan strategi iklan kamu. Dalam buku Lean Analytics oleh Alistair Croll dan Benjamin Yoskovitz, dijelaskan bahwa pengambilan keputusan berbasis data adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam kampanye digital.

Kesimpulan

TikTok Ads menawarkan peluang besar bagi merek untuk menjangkau audiens yang lebih muda dan kreatif. Namun, kesalahan seperti tidak memahami audiens, mengabaikan tren, atau tidak memanfaatkan CTA dapat menghambat efektivitas iklan kamu. Dengan menghindari kesalahan ini dan menerapkan strategi yang tepat, kamu dapat meningkatkan keberhasilan kampanye di TikTok.

Bagikan ke